BMP RI Prihatin atas Serangan KKB di Yahukimo, Minta Aparat Keamanan Bertindak Tegas

Ali Kabiay, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Barisan Merah Putih Republik Indonesia (DPP BMP RI), Nabire, Kamis, 5/2/2026. (Dok. Istimewa)

Nabire, 5 Februari 2026, Faktanabire.com  – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Barisan Merah Putih Republik Indonesia (DPP BMP RI), Ali Kabiay, menyatakan keprihatinan mendalam atas aksi kekerasan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap pekerja sekolah di Kabupaten Yahukimo.

Ali Kabiay menegaskan bahwa serangan tersebut telah menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat dan mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan pendidikan.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat prihatin dengan apa yang terjadi di Yahukimo, khususnya kejadian yang menimpa warga sipil. Kejadian ini tentu membuat masyarakat menjadi ketakutan dan ragu untuk beraktivitas,” ujar Ali Kabiay di Nabire, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa kelompok KKB menyerang sekolah secara tiba-tiba dan melakukan tindakan kekerasan secara membabi buta terhadap masyarakat sipil yang tidak bersalah.

“Sekolah diserang, SMP menjadi sasaran, lalu kelompok KKB menyerang masyarakat sipil, menembak, menganiaya hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Mereka juga merusak fasilitas umum seperti mobil dan bangunan sekolah,” tegasnya.

Sebagai tokoh pemuda Papua, Ali Kabiay meminta aparat keamanan, khususnya TNI dan Polri, untuk bertindak tegas dan profesional dalam mengejar serta menangkap pelaku sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

“Kami berharap aparat keamanan terus gencar mengejar dan menangkap kelompok-kelompok yang bertentangan dengan prinsip kedaulatan, agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman,” katanya.

Ali Kabiay menekankan bahwa keamanan sangat dibutuhkan semua pihak tanpa memandang latar belakang suku dan kelompok.

“Siapapun kita, dari suku bangsa manapun, kita semua butuh hidup yang aman dan tentram. Anak-anak harus bisa sekolah, pegawai harus bisa bekerja, dan pedagang harus bisa berjualan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung bahwa peristiwa kekerasan tersebut terjadi pada awal Februari, bulan yang memiliki makna penting bagi masyarakat Papua karena bertepatan dengan peringatan masuknya Injil di Tanah Papua.

“Tanggal 5 Februari merupakan hari bersejarah, 171 tahun masuknya Injil di Tanah Papua. Kejadian ini tentu sangat mencederai rasa kemanusiaan dan nilai-nilai kedamaian,” kata Ali.

Lebih lanjut, Ali Kabiay mengimbau masyarakat Yahukimo untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang, mendukung pemerintah daerah serta aparat TNI-Polri, dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang tidak benar,” pungkasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk aktif berperan menjaga keamanan lingkungan dengan melaporkan hal-hal mencurigakan kepada aparat keamanan.

“Silakan beraktivitas seperti biasa, namun jika melihat sesuatu yang mencurigakan, segera laporkan kepada aparat keamanan,” tutup Ali Kabiay.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *