NABIRE, Faktanabire.com – Polda Papua Tengah menggelar audiensi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Tengah untuk memperkuat sinergi dalam menjaga kerukunan umat beragama serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Pertemuan berlangsung di Mapolda Papua Tengah, Jumat (5/6/2026).
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini memimpin langsung audiensi tersebut didampingi Wakapolda Kombes Gustav R. Urbinas. Ketua FKUB Papua Tengah Drs. Ignatius Robertus Adii, B.A., M.MPd., bersama sekretaris dan anggota FKUB turut hadir dalam kegiatan itu.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda menegaskan bahwa FKUB merupakan mitra strategis kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah.
“FKUB merupakan partner strategis kami dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif. Beberapa program FKUB juga sudah sejalan dengan program kepolisian, salah satunya kegiatan kebersihan rumah ibadah yang menjadi bagian dari upaya membangun toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Jermias.
Menurut Kapolda, kolaborasi antara kepolisian dan tokoh agama memiliki peran penting dalam mengantisipasi berbagai persoalan sosial maupun potensi gangguan kamtibmas sejak dini.
Ia juga membuka ruang bagi FKUB untuk memberikan masukan terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami membutuhkan masukan dari FKUB mengenai apa yang perlu dilakukan Polda Papua Tengah untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Tadi disampaikan ada beberapa titik di Nabire yang rawan aksi begal. Ini menjadi perhatian kami untuk meningkatkan patroli dan kegiatan rutin yang ditingkatkan,” katanya.
Selain membahas situasi keamanan, kedua pihak mendiskusikan berbagai program kolaboratif yang dapat dilaksanakan bersama, mulai dari penyuluhan, dialog lintas agama, edukasi masyarakat hingga kegiatan sosial yang melibatkan tokoh agama dan kepolisian.
Kapolda menegaskan pihaknya akan terus mengedepankan pendekatan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Kami mengutamakan dialog untuk meredam setiap persoalan agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Dengan komunikasi yang baik dan dukungan FKUB, berbagai permasalahan dapat diselesaikan secara damai dan bijaksana,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Papua Tengah Ignatius Robertus Adii menyampaikan apresiasi atas sambutan dan keterbukaan Kapolda Papua Tengah dalam menerima audiensi tersebut.
“Kami sangat menantikan pertemuan ini. Hari ini Bapak Kapolda bersama jajaran menerima kami dengan sangat baik. Sejumlah program telah kami bahas bersama demi mendukung terciptanya Papua Tengah yang aman dan damai,” ujarnya.
Ignatius menilai keamanan dan kedamaian merupakan tanggung jawab bersama antara aparat keamanan dan tokoh agama. Menurutnya, Polda Papua Tengah berperan menjaga keamanan, sedangkan FKUB berkontribusi melalui pembinaan rohani dan pendekatan keagamaan kepada masyarakat.
“Kami ingin menyinkronkan langkah bersama. Polda dari sisi pengamanan, sementara FKUB dari sisi pembinaan rohani. Jika keduanya berjalan seiring, maka harapan mewujudkan Papua Tengah yang damai akan semakin mudah tercapai,” katanya.
Dalam audiensi tersebut, kedua pihak juga membahas berbagai persoalan sosial yang masih menjadi perhatian, seperti aksi kriminalitas jalanan, penyalahgunaan minuman keras, serta upaya pencegahan konflik sosial di tengah masyarakat.
FKUB dan Polda Papua Tengah sepakat menjalankan sejumlah program kolaborasi, antara lain penyuluhan kepada masyarakat, dialog lintas agama, pemasangan baliho edukatif, hingga berbagai kegiatan sosial yang mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan kondusif.
“Tadi ada sekitar sembilan kegiatan pokok yang disepakati,” pungkas Ignatius.








