Peresmian TPA Nurul Iman: Pemprov Tekankan Pentingnya Pendidikan Berkarakter Sejak Dini

Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otonomi Khusus (Otsus), Ukkas, S.Sos., M.KP, saat memberikan sambutan pada peresmian TPA Nurul Iman di Kampung Bumi Mulia, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire pada Kamis, 5/2/2026. (Dok. Istimewa).

Nabire, 5 Februari 2026, Faktanabire.com – Gedung Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Nurul Iman di Kampung Bumi Mulia, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah diresmikan pada Rabu (5/2).

Peresmian gedung TPA tersebut dilakukan oleh Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otonomi Khusus (Otsus), Ukkas, S.Sos., M.KP, yang hadir mewakili Gubernur Papua Tengah.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Ukkas menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Papua Tengah atas terwujudnya pembangunan gedung TPA Nurul Iman yang dinilai sangat representatif sebagai pusat pendidikan keagamaan anak-anak.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pembangunan gedung Taman Pendidikan Al-Qur’an TPA Nurul Iman ini. Saya melihat langsung, ini luar biasa,” ujar Ukkas.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini TPA Nurul Iman telah membina sekitar 80 santri dan berpotensi menambah jumlah peserta didik seiring telah dimilikinya gedung sendiri.

“Tadi saya berbincang dengan pengurus, jumlah santrinya sekitar 80 orang. Ke depan tentu bisa bertambah karena sudah memiliki gedung sendiri,” katanya.

Ukkas juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan dukungan, baik secara materi maupun moral, sehingga pembangunan gedung TPA tersebut dapat diselesaikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah membantu. TPA ini adalah arena untuk mencetak insan-insan Qur’ani,” tegasnya.

Menurut Ukkas, pendidikan di TPA memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak sejak usia dini, terutama dalam menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompetitif.

“Pintar saja tidak cukup. Harus dibarengi dengan karakter. Dan pembentukan karakter itu dimulai sejak usia dini. Inilah tempatnya menempa anak-anak kita,” ujarnya.

Ia juga mengaku merasa bahagia melihat antusiasme anak-anak dalam mempelajari pendidikan Islam dan optimistis hal tersebut akan membawa perubahan positif bagi Papua Tengah.

“Saya merasa berbahagia melihat anak-anak kita mempelajari pendidikan Islam. Ini akan menolong perubahan besar di Provinsi Papua Tengah,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Ukkas mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan gedung TPA Nurul Iman dengan baik.

Ia berharap pendidikan berbasis kampung terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan nonformal di Kabupaten Nabire.

“Kami berharap sektor pendidikan nonformal terus meningkat, terutama pendidikan yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai agama,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *