Tokoh Pemuda Papua Tengah Minta Evaluasi Lapas Nabire Pasca Tiga Kali Napi Kabur

Ali Kabiay, Tokoh pemuda Papua Tengah sekaligus Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Barisan Merah Putih Republik Indonesia. (Dok. Faktanabire.com)

Nabire, 29 September 2025, Faktanabire.com – Kaburnya 15 Napi di lapas Nabire, Tokoh pemuda Papua Tengah sekaligus Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, angkat bicara.

Ia menilai kejadian ini sangat memprihatinkan dan meminta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Bacaan Lainnya

Ali menyebutk bahwa, hanya dalam tahun ini sudah tiga kali terjadi narapidana kabur dari Lapas Nabire.

“Yang pertama, 3 orang. Yang kedua, 19 orang – termasuk di antaranya kelompok yang berafiliasi dengan kelompok separatis. Kemudian yang baru terjadi hari ini sekitar 15 orang,” ungkap Ali di Nabire, Senin (29/9).

Menurutnya, pelarian yang berulang ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai pengawasan di lembaga pemasyarakatan tersebut. Bahkan, napi disebut masih menggunakan kayu balok berbentuk tangga untuk melarikan diri.

“Ini tentunya harus menjadi evaluasi bagi Kementerian Imigrasi dan Lembaga Pemasyarakatan. Dalam tahun ini saja sudah tiga kali napi lari. Sepertinya ini sudah terjadwal. Kita ingin tahu apa yang sedang terjadi di dalam Lapas Nabire,” tegasnya.

Ali juga mempertanyakan alasan klasik pihak lapas yang selalu menyebut kekurangan personel meski jumlah pegawai hampir mencapai 100 orang. Ia meminta pihak kepolisian turun tangan melakukan penyelidikan lebih mendalam.

“Jangan sampai ada permainan di dalam lapas. Hari ini 15 orang lari, besok siapa tahu lebih banyak lagi. Ini sudah kacau dan konyol,” ujarnya.

Sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah, menurut Ali, Nabire seharusnya mendapat perhatian lebih dalam hal keamanan, termasuk pengelolaan lapas.

Jika kejadian seperti ini terus berulang, ia menilai pengawasan sebaiknya tidak lagi hanya dilakukan petugas lapas, tetapi melibatkan aparat keamanan.

“Kalau napi lari lalu berbuat kejahatan lagi di luar, siapa yang bertanggung jawab? Ini sangat berbahaya bagi masyarakat. Kami minta Kementerian Imigrasi dan Lembaga Pemasyarakatan lakukan evaluasi besar-besaran agar masyarakat bisa hidup tenang,” pungkas Ali Kabiay.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *