Nabire, 21 Oktober 2025, Faktanabire.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Barisan Merah Putih (BMP) Republik Indonesia Kabupaten Intan Jaya resmi dikukuhkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Merah Putih RI Papua dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Merah Putih RI Papua Tengah.
Acara pengukuhan ditandai dengan penyerahan Surat keputusan penetapan DPC Kabupaten Intan Jaya, di Sekretariat Bersama, Jalan Wolker Monginsidi, Nabire Papua Tengah pada Selasa (21/10).
Dalam keputusan tersebut, ditetapkan Walter Belau sebagai Ketua DPC, Marinus Bagau sebagai Wakil Ketua DPC, Lewis B. Selegani sebagai Sekretaris DPC, dan Rupina Belau sebagai Bendahara DPC Barisan Merah Putih Kabupaten Intan Jaya.
Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih RI, Ali Kabiay, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan bentuk nyata komitmen organisasi dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Barisan Merah Putih adalah wadah perjuangan moral bagi generasi Papua untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mari kita kawal program pemerintah dan wujudkan kerja nyata demi kemajuan Papua,” ujar Ali Kabiay.
Ali juga menegaskan bahwa ke depan Barisan Merah Putih akan lebih fokus pada kegiatan sosial seperti bakti sosial, donor darah, pembagian sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, serta festival budaya.
“Bulan depan kami akan melaksanakan festival budaya, terutama menampilkan tarian Yospan sebagai salah satu wujud pelestarian budaya Papua,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPC BMP Kabupaten Intan Jaya, Walter Belau, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Adat Wilayah Meepago Provinsi Papua Tengah, menegaskan bahwa perjuangan organisasi ini sejalan dengan visi kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kadang orang berpikir Dewan Adat dan Barisan Merah Putih punya visi berbeda, tapi sebenarnya tujuannya sama untuk mensejahterakan masyarakat,” tutur Walter Belau.
Ia menyadari bahwa dewan adat tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus berkolaborasi dengan semua pihak untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau saya berdiri sendiri tanpa dukungan pemerintah, bagaimana masyarakat saya bisa sejahtera ? Karena itu, kami harus bersinergi. Intinya adalah kemanusiaan, keadilan, dan sosial,” lanjutnya.
Walter juga menyampaikan apresiasi kepada BMP Nabire yang menjadi contoh dalam berbagai kegiatan sosial.
“Kami baru saja menerima SK, belum banyak berbuat, tapi kami akan belajar dan menyesuaikan diri dari BMP Nabire. Pelayanan sembako, kegiatan donor darah seperti hari ini, itu sangat mulia di hadapan Tuhan,” ujarnya.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum bagi BMP Kabupaten Intan Jaya untuk memperkuat semangat persatuan dan kerja nyata di tengah masyarakat Papua, sejalan dengan nilai-nilai perjuangan merah putih yang menjunjung tinggi nasionalisme, kemanusiaan, dan solidaritas sosial.
