Nabire, Sabtu, 12 Juli 2025, Faktanabire.com — Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., menjelaskan kepada awak media kronologis peristiwa yang terjadi di KPR Siriwini, tepatnya di kompleks warga Buton. Kericuhan ini dipicu oleh sekelompok orang yang sedang berada dalam pengaruh minuman keras. Hampir sepuluh oknum pemuda mabuk berkumpul di sekitaran KPR Kampung Buton, dan dari antara mereka, ada yang melakukan pemalangan terhadap salah satu tukang ojek serta melakukan pelemparan. Kapolres Nabire pun menerima laporan dari masyarakat terkait kejadian tersebut.
“Kami sudah mengamankan dua orang yang dalam kondisi mabuk minuman keras. Selain itu, empat kendaraan roda dua juga sudah kami amankan,” jelas Kapolres.
Namun setelah aparat meninggalkan lokasi kejadian, kelompok pemuda lainnya—sekitar lima hingga enam orang yang sebelumnya melarikan diri—kembali melakukan tindakan anarkis. Mereka merusak salah satu kios, bahkan dilaporkan ada satu korban yang dipukul oleh oknum pemuda tersebut, dan satu unit sepeda motor milik warga juga mengalami kerusakan.
Kapolres Samuel bersama para perwira dari Polres Nabire segera merespons dan melakukan pengejaran. “Kami sudah berusaha melakukan pengejaran. Para pelaku melarikan diri menuju ke arah bukit di belakang pemukiman. Kami telah mencoba menandai wajah mereka untuk identifikasi melalui pemantauan drone. Hingga saat ini, anggota kami masih melakukan pengejaran di atas bukit. Namun karena cuaca mulai gerimis, kemungkinan besar kami akan konsolidasi dan kembali ke Polres untuk pendalaman terhadap kejadian ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kapolres mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan lingkungan. “Kami dari Polres Nabire, Kapolda Papua Tengah, satuan-satuan lain, termasuk rekan-rekan TNI Nabire tidak bisa bekerja sendiri. Berulang kali kami melakukan razia terhadap senjata tajam dan patroli di daerah-daerah rawan seperti di KPR sini. Namun setiap kami tinggalkan, selalu terjadi kembali keributan,” tegasnya.
Ia juga meminta peran aktif dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah yang tinggal di wilayah-wilayah rawan, untuk bersama-sama menjaga ketertiban. “Kami tidak menyalahkan siapa pun, tetapi keamanan adalah tanggung jawab kita bersama agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” imbuhnya.
Kapolres juga menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang masih menjual minuman keras ilegal. “Kami akan cek kembali apabila di sekitaran ini ada yang menjual minuman keras, baik itu minuman lokal seperti cap tikus maupun merk lain yang tidak memiliki izin. Kami mohon maaf, kami akan sambangi dan berikan teguran. Jika tidak dipatuhi, kami terpaksa akan amankan atau tutup demi keamanan dan kenyamanan masyarakat KPR,” tandasnya.
Di akhir pernyataannya, Kapolres juga meminta maaf apabila kehadiran aparat dalam jumlah besar sempat mengejutkan masyarakat. “Kami mohon maaf jika kehadiran kami cukup banyak dan sempat membuat masyarakat kaget, tapi semua ini semata-mata demi keamanan dan kenyamanan bersama.”
Ia pun mengajak masyarakat untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan seperti pos kamling atau ronda malam. “Kalau malam, tolong bangkitkan kembali pos kamling di lingkungan masing-masing. Jika sinergi sudah terbangun dan ketika kami datang untuk patroli, tentu akan lebih nyaman. Tapi kalau semua hanya bertumpu pada kami, itu tidak akan cukup. Kami butuh dukungan kita semua demi keamanan dan kenyamanan bersama. Terima kasih,” tutup Kapolres.
