NABIRE, Faktanabire.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Data Pokok Kebudayaan (DAPOBUD) bagi delapan kabupaten di wilayah Papua Tengah. Kegiatan ini berlangsung di Nabire pada 10–12 Maret 2026.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Deni Tenouye, M.Pd, secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) DAPOBUD Kementerian Kebudayaan serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXII di Jayapura.
Para Kepala Bidang Kebudayaan dan operator DAPOBUD dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dibacakan saat pembukaan, pihak dinas menegaskan pentingnya penguatan tata kelola data kebudayaan sebagai langkah strategis untuk menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Papua Tengah.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menilai wilayah ini memiliki kekayaan nilai historis dan tradisi yang sangat besar, mulai dari kearifan lokal seperti noken hingga berbagai objek pemajuan kebudayaan lainnya. Karena itu, pemerintah daerah memerlukan basis data kebudayaan yang kuat dan terkelola dengan baik.
Pemerintah juga menjadikan sistem Data Pokok Kebudayaan (DAPOBUD) sebagai instrumen penting untuk mencatat, memvalidasi, dan mengintegrasikan seluruh warisan budaya Papua Tengah ke dalam sistem data nasional.
Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat menyusun kebijakan pelestarian kebudayaan secara lebih tepat. Tanpa data yang akurat, pemerintah akan mengalami kesulitan dalam merencanakan program pelestarian maupun menyalurkan dukungan anggaran bagi pengembangan kebudayaan di daerah.
Dalam arahannya kepada peserta, Deni Tenouye menekankan beberapa hal penting. Ia meminta para operator memastikan setiap data yang diinput memiliki validitas tinggi dan mencerminkan kondisi riil di lapangan pada masing-masing kabupaten.
Ia juga mendorong para peserta membangun sinergi lintas sektor antara operator, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait. Sinergi tersebut penting agar data kebudayaan dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan daerah.
Selain itu, Deni menegaskan bahwa kegiatan Bimtek ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia berharap para peserta menjadikan pelatihan ini sebagai awal dari upaya berkelanjutan untuk memperbarui dan mengelola data kebudayaan secara rutin dan sistematis.
“Bimtek ini bukan akhir, tetapi awal dari kerja bersama untuk mengisi, memperbarui, dan mengelola data kebudayaan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap seluruh kabupaten dapat memperkuat pengelolaan data kebudayaan sehingga berbagai warisan budaya daerah dapat terdokumentasi dengan baik dan menjadi dasar bagi upaya pelestarian serta pengembangan kebudayaan di Papua Tengah.
