Nabire, Selasa 8 Juli 2025, Faktanabire.com __ TNI Angkatan Laut melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Nabire bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire menggelar kegiatan karya bakti pembersihan pantai di pesisir Nabire. Aksi ini merupakan bagian dari Operasi Trisila Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan secara rutin tiga kali dalam setahun di berbagai kota di Indonesia.
Kegiatan di Nabire dimulai sejak kemarin dengan penanaman 1.500 bibit mangrove di wilayah pesisir. Hari ini, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih pantai atau “grebek sampah”, yang difokuskan di satu titik lokasi akibat keterbatasan waktu sandar kapal. Esok, Satgas Trisila dijadwalkan melanjutkan pelayaran menuju Manokwari.
“Kegiatan ini adalah bagian kecil dari upaya kami untuk memberikan contoh nyata kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan, khususnya di tanah Papua,” kata Kolonel Laut (P) Yohanes Kupang, Wakil Komandan Satgas Trisila 2025, yang juga menjabat Komandan Satuan Kapal Amfibi Armada III Sorong. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini melibatkan unsur KRI Teluk Wondama-527 (tipe LST), KRI Panah-626 (kapal cepat), satu pesawat N235 Patmar, serta satu peleton pasukan marinir.
Dukungan penuh terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Komandan Lanal Nabire, Letkol Laut (P) Pius Herdasa Krisna Murti. Ia menyoroti pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir sebagai salah satu bentuk pelestarian ekosistem laut.
“Kami mendukung penuh kegiatan Operasi Trisila ini, khususnya grebek sampah di Pantai Nabire. Kami sudah melihat langsung kondisi sampah yang cukup banyak di kawasan pesisir. Harapan kami, masyarakat Nabire bisa meniru kegiatan ini dengan lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Letkol Pius juga menambahkan bahwa pihaknya terus mengimbau pemilik usaha wisata pantai, khususnya di wilayah luar kota seperti Pulau Here, agar menyediakan tempat sampah dan turut mengedukasi pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Apresiasi terhadap kolaborasi ini juga datang dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire. Kepala Bidang Persampahan dan Limbah DLH, Putra Chandra, S.Pd., M.Si., menyampaikan rasa bangganya atas keterlibatan TNI AL dalam membantu mengatasi persoalan kebersihan di pesisir.
“Dalam kegiatan hari ini, kami berhasil mengangkut sekitar setengah ton sampah plastik. Ini menunjukkan betapa seriusnya persoalan sampah di daerah kita, terutama karena masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya,” ujar Putra.
Ia juga mengingatkan bahwa isu sampah plastik kini menjadi perhatian nasional, termasuk oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Terlebih, dengan posisi Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah, kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan perlu terus ditingkatkan.
Kegiatan Operasi Trisila 2025 diharapkan mampu memberikan dampak positif dan menjadi pemicu lahirnya inisiatif serupa dari masyarakat lokal untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di wilayah pesisir Papua.







