NABIRE, Faktanabire.com — Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang di laksanakan hari ini sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran yang meluas di wilayah Papua Tengah.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Tengah, Victor Fun, S.Sos., M.Si., mengatakan apel tersebut merupakan amanat dan perintah Gubernur Papua Tengah untuk mengonsolidasikan seluruh komponen dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan.
“Pemerintah Provinsi Papua Tengah atas amanat dan perintah Bapak Gubernur bersama dengan jajaran TNI-Polri dan komponen masyarakat lainnya melakukan Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan,” kata Victor usai mengikuti apel di Nabire, Senin, (24/8/2026).
Menurut Victor, pemerintah melibatkan Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten, TNI-Polri, serta organisasi masyarakat untuk memperkuat penanganan Karhutla secara terpadu.
“Kita menyiapkan seluruh komponen yang terlibat, baik Pemerintah Kabupaten, TNI-Polri, beserta organisasi-organisasi masyarakat lainnya untuk bersama-sama satu padu dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Papua Tengah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah juga memastikan kesiapan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana pendukung, termasuk mobil pemadam kebakaran dan kendaraan angkut.
Victor menyebut Gubernur Papua Tengah juga mengarahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat provinsi dan kabupaten untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Selain itu, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan turut dilibatkan dalam penanganan dampak Karhutla.
“Kita berkolaborasi karena dampaknya sudah cukup meluas di Provinsi Papua Tengah, khususnya di ibu kota provinsi,” katanya.
Pemerintah, lanjut Victor, juga mengantisipasi dampak lanjutan seperti gangguan kesehatan berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta kekurangan air bersih akibat kondisi kekeringan.
Untuk memantau perkembangan cuaca, Pemprov Papua Tengah akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).








