Intan Jaya, Papua Tengah, Faktanabire.com – Gerakan Pelajar, Mahasiswa, dan Rakyat Intan Jaya (GPMS Intan Jaya) kembali menggelar aksi demonstrasi damai di Kabupaten Intan Jaya, Selasa (13/1/2026).
Massa aksi memusatkan demonstrasi di Kantor Bupati Intan Jaya, Sugapa, sebagai lokasi utama penyampaian aspirasi.
Massa mulai bergerak sekitar pukul 10.00 WIT dari empat titik kumpul berbeda menuju Kantor Bupati.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa dan rakyat mengusung tema “Intan Jaya Krisis Kemanusiaan demi Kepentingan Investasi.” Tema ini mereka nilai mencerminkan kondisi sosial dan kemanusiaan yang saat ini dihadapi masyarakat Intan Jaya.
Dalam orasinya, massa menyuarakan keprihatinan terhadap situasi kemanusiaan yang dinilai semakin memburuk. Mereka menilai berbagai kepentingan investasi kerap masuk ke Intan Jaya tanpa mempertimbangkan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Koordinator Lapangan aksi, Yosan Sani, menegaskan bahwa gerakan tersebut lahir dari tanggung jawab moral mahasiswa dan rakyat.
“Kami turun ke jalan karena melihat langsung penderitaan masyarakat Intan Jaya. Ini adalah tanggung jawab moral kami sebagai mahasiswa dan rakyat untuk memperjuangkan hak-hak kemanusiaan,” ujar Yosan.
Massa aksi juga menyoroti situasi keamanan yang dinilai berdampak langsung pada aktivitas sosial dan kehidupan sehari-hari warga. Mereka menilai kondisi tersebut telah mempersempit ruang gerak masyarakat sipil.
Wakil Koordinator Lapangan, Yuser Sondegau, menegaskan bahwa aksi tersebut murni untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan kelompok tertentu.
“Aksi ini murni suara rakyat Intan Jaya. Kami tidak membawa kepentingan politik atau kelompok tertentu, tetapi murni memperjuangkan kehidupan dan masa depan masyarakat,” tegas Yuser.
Aksi berlangsung secara damai dengan pengamanan dari aparat. Massa menyampaikan aspirasi melalui orasi dan pernyataan sikap di depan Kantor Bupati Intan Jaya.
Namun, mahasiswa dan rakyat menyayangkan ketidakhadiran Bupati Intan Jaya untuk menerima aspirasi secara langsung.
Karena pimpinan daerah tidak berada di tempat, massa aksi memutuskan menunda penyerahan aspirasi yang rencananya akan disampaikan pada 14 Januari 2026.
Meski demikian, berdasarkan komunikasi dengan Wakil Bupati Intan Jaya dan Ketua DPRK Intan Jaya, pemerintah daerah menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi penyampaian aspirasi pada aksi lanjutan.
Mahasiswa dan rakyat Intan Jaya menegaskan akan kembali menggelar aksi jilid II dengan tema dan tuntutan yang sama hingga pemerintah daerah memberikan respons konkret terhadap persoalan kemanusiaan di Intan Jaya.
