IPMADO dan Aliansi Mahasiswa di Nabire Gelar Aksi Solidaritas untuk Korban Tragedi Dogiyai

IPMADO Studi Nabire bersama aliansi pelajar dan mahasiswa dari delapan kabupaten di Kota Nabire, gelar aksi solidaritas atas tragedi berdarah yang terjadi di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret hingga 2 April 2026.

NABIRE, 11 Mei 2025, Faktanabire.com — Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Studi Nabire bersama aliansi pelajar dan mahasiswa dari delapan kabupaten di Kota Nabire, Provinsi Papua Tengah, menggelar aksi solidaritas nasional sebagai bentuk duka cita atas tragedi berdarah yang terjadi di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret hingga 2 April 2026.

Melalui aksi damai tersebut, massa menyuarakan keprihatinan terhadap korban jiwa dari masyarakat sipil yang meninggal dunia dalam insiden itu. Mereka juga mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum agar menyelesaikan kasus tersebut secara adil, transparan, dan bertanggung jawab.

Bacaan Lainnya

Massa aksi melakukan konsolidasi di sejumlah titik di Kota Nabire, seperti Wadio, Siriwini, Uswim, dan Pasar Karang. Dari seluruh titik tersebut, massa di Pasar Karang terlihat paling banyak. Para mahasiswa dan pelajar secara bergantian menyampaikan orasi kemanusiaan serta seruan keadilan bagi masyarakat Dogiyai.

Dalam aksi di Pasar Karang, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu turun langsung menemui massa untuk memberikan arahan sekaligus melakukan negosiasi terkait jalannya demonstrasi.

“Kami tidak melarang masyarakat menyampaikan aspirasi. Namun seluruh kegiatan di lapangan harus tetap memperhatikan aturan dan ketertiban umum,” ujar AKBP Samuel D. Tatiratu di hadapan massa aksi.

Kapolres menegaskan bahwa pihak kepolisian bertanggung jawab menjaga keamanan dan aksesibilitas jalan selama aksi berlangsung.

“Hari ini bergabung dari Cipayung, GMNI, dan lainnya. Semua kebijakan di lapangan terkait aksesibilitas jalan raya yang bertanggung jawab penuh adalah Polri,” katanya.

Ia juga meminta para koordinator lapangan menjaga komunikasi dengan peserta aksi agar penyampaian aspirasi tetap berjalan aman dan tertib.

Menurut Kapolres, sejak pagi aparat kepolisian telah menawarkan fasilitas kendaraan truk untuk mengangkut massa langsung menuju Kantor DPRP Papua Tengah agar aspirasi dapat disampaikan secara resmi.

Namun massa aksi tetap meminta melakukan long march dari Pasar Karang menuju Kantor DPRP Papua Tengah. Setelah melalui proses negosiasi antara aparat keamanan dan koordinator aksi, polisi akhirnya mengizinkan massa dari titik Pasar Karang melakukan long march dengan pengawalan ketat.

Aparat dari Polres Nabire dan Polda Papua Tengah terus mengawal jalannya demonstrasi guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif hingga aksi berakhir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *