Nabire, 23 Juli 2026, Faktanabire.com – Di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Provinsi Papua Tengah Pemerintah meluncurkan Program BANGKIT Papua Tengah (Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh).
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyebut program tersebut sebagai hadiah istimewa bagi seluruh masyarakat Papua Tengah.
Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa Program BANGKIT merupakan inisiatif afirmasi pemerintah daerah yang berfokus pada perlindungan sosial, peningkatan kesehatan, serta pemenuhan gizi keluarga Orang Asli Papua (OAP).
“Sebagai kado istimewa bagi seluruh masyarakat, pada kesempatan ini kami meluncurkan Program BANGKIT Papua Tengah, sebuah inisiatif afirmasi yang berfokus pada perlindungan sosial, peningkatan kesehatan, serta pemenuhan gizi bagi keluarga Orang Asli Papua,” kata Meki Nawipa saat menyampaikan sambutan pada penutupan perayaan HUT Papua Tengah, Rabu (22/7/2026).
Pada tahap awal, pemerintah memfokuskan program tersebut pada bantuan tunai balita Orang Asli Papua (Child Support Grant). Pemerintah akan menyalurkan bantuan sebesar Rp350.000 per bulan untuk setiap balita langsung kepada ibu atau wali perempuan melalui bank maupun payment point.
Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi, makanan pendamping ASI (MPASI), vitamin, serta biaya pendidikan anak usia dini (PAUD).
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menargetkan 1.000 balita Orang Asli Papua di masing-masing empat kabupaten, yakni Kabupaten Intan Jaya, Puncak Jaya, Paniai, dan Dogiyai, sebagai penerima manfaat pada tahap pertama. Selanjutnya, pemerintah akan memperluas cakupan program ke Kabupaten Puncak, Deiyai, Mimika (Timika), dan Nabire.
Menurut Gubernur Meki Nawipa, Program BANGKIT tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi balita, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat melalui peningkatan daya beli keluarga, pengembangan pangan lokal, serta perluasan akses terhadap layanan keuangan.
“Tujuan program ini adalah memperbaiki kesehatan dan gizi balita kita. Selain itu, program ini juga bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat, memajukan pangan lokal, meningkatkan daya beli keluarga, serta memperluas akses layanan keuangan,” ujarnya.
Pada peringatan HUT ke-4 Papua Tengah yang dirangkaikan dengan konser rohani dan doa bersama, Gubernur Meki Nawipa juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan menciptakan suasana yang aman serta damai sebagai fondasi pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa Papua Tengah merupakan rumah bersama bagi seluruh masyarakat yang hidup dalam keberagaman suku, agama, dan latar belakang.
“Malam ini, dalam konser rohani dan doa bersama, kita menyatukan harapan untuk kedamaian, keamanan, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat di delapan kabupaten serta Provinsi Papua Tengah secara keseluruhan. Papua Tengah adalah rumah kita bersama,” tutur Meki Nawipa.
Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak kekerasan, menghormati perbedaan, dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan.
“Saya mengajak semua pihak untuk menolak kekerasan, menghormati perbedaan, dan selalu mengutamakan dialog, karena pembangunan hanya bisa berjalan dalam suasana yang aman dan damai,” tegasnya.
Melalui peluncuran Program BANGKIT Papua Tengah, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk membangun generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga Orang Asli Papua sebagai bagian dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
