Nabire, Faktanabire.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire membekali 16 mahasiswa yang akan mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun Akademik 2026/2027 di Aula FKIP USWIM Nabire, Kamis (23/7/2026).
Pembekalan ini menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa diterjunkan ke sekolah-sekolah mitra untuk melaksanakan praktik mengajar selama tiga bulan, mulai 27 Juli hingga 23 Oktober 2026.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP USWIM Nabire, Simon Hendrik Rumaseb, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa PPL merupakan bagian penting dalam membentuk kompetensi calon guru.
Menurutnya, mahasiswa akan mengimplementasikan seluruh ilmu yang diperoleh selama perkuliahan melalui praktik langsung di sekolah.
“PPL merupakan salah satu unsur yang sangat penting bagi calon guru. Seluruh ilmu yang diperoleh selama perkuliahan akan diimplementasikan secara langsung di sekolah-sekolah mitra. Karena itu, pembekalan ini tidak boleh dianggap sebagai kegiatan formalitas, tetapi harus menjadi bekal utama sebelum mahasiswa memasuki dunia pendidikan yang sesungguhnya,” ujar Simon.
Simon meminta seluruh peserta mengikuti setiap sesi pembekalan dengan serius agar memahami tugas, tanggung jawab, serta etika selama menjalankan PPL.
Ia juga menekankan bahwa disiplin menjadi kunci keberhasilan mahasiswa selama berada di sekolah mitra. Kehadiran, tanggung jawab, dan etika kerja, katanya, akan menjadi bagian dari penilaian dosen pembimbing lapangan maupun guru pamong.
“Disiplin adalah hal yang tidak bisa ditoleransi. Mahasiswa harus aktif selama menjalankan PPL, menjaga tanggung jawab, dan menunjukkan dedikasi sebagai calon pendidik. Jadikan PPL sebagai sarana belajar sekaligus kesempatan membangun pengalaman yang akan berguna ketika menjadi guru nantinya,” katanya.
Selain itu, Simon mendorong mahasiswa memanfaatkan pengalaman selama PPL sebagai bahan penelitian skripsi karena berbagai persoalan pendidikan di sekolah dapat dikembangkan menjadi topik penelitian ilmiah.
Sementara itu, Dekan FKIP USWIM Nabire, Martinus Tekege, S.Pd., M.T., secara resmi membuka kegiatan pembekalan. Ia menegaskan bahwa PPL menjadi ajang pembuktian kualitas mahasiswa sebagai calon guru profesional.
“Ini merupakan awal untuk menguji apakah Anda benar-benar siap menjadi guru. Gunakan kesempatan selama tiga bulan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan menganggap PPL hanya sebagai kewajiban akademik, tetapi jadikan sebagai proses pembelajaran yang sesungguhnya,” tegas Martinus.
Martinus mengingatkan mahasiswa agar menjaga kedisiplinan, mulai dari kehadiran, kerapian berpakaian, hingga sikap sopan selama berada di lingkungan sekolah. Ia juga meminta mahasiswa membangun komunikasi yang baik dengan kepala sekolah, guru pamong, dan peserta didik.
Selain itu, ia mengarahkan mahasiswa menyiapkan seluruh perangkat pembelajaran, seperti program pembelajaran, asesmen, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Semester (RPPS), serta berkonsultasi dengan guru pamong sebelum melaksanakan proses belajar mengajar.
Menurut Martinus, mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi juga harus memberikan kontribusi positif melalui ide, kreativitas, dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan sekolah.
Ia menilai lulusan Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Bahasa Inggris memiliki peluang kerja yang cukup besar karena kebutuhan guru mata pelajaran di jenjang SMP, SMA, dan SMK masih tinggi.
“Kalian harus menunjukkan kualitas selama PPL. Bila mampu menunjukkan kompetensi dan disiplin yang baik, bukan tidak mungkin sekolah akan memberikan kesempatan untuk kembali mengabdi setelah lulus,” ujarnya.
Martinus juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kesehatan fisik dan mental selama menjalani PPL serta menjadikan pengalaman di sekolah sebagai sumber inspirasi dalam penyusunan skripsi.
Sebanyak 16 mahasiswa mengikuti program PPL tahun akademik 2026/2027, terdiri atas 8 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika dan 8 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Melalui pembekalan ini, FKIP USWIM Nabire berharap seluruh peserta mampu menjalankan praktik lapangan secara profesional, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi bagi peningkatan mutu pendidikan di Papua Tengah.
