Nabire, 13 Januari, Faktanabire.com — Grup Musik Alie, komunitas musik asal Enarotali, Kabupaten Paniai, mencatatkan sejarah dengan tampil perdana di panggung Festival Media Papua.
Wakil Ketua Komunitas Anak Lahir Besar Inarotali, Berto Gobay, menyebut penampilan ini sebagai momen bersejarah bagi komunitas musik lokal dari pedalaman Papua.
“Ini menjadi momen bersejarah bagi kami, karena Alie bukan komunitas baru. Kami sudah melalui proses panjang, tetapi jarang mendapat kesempatan tampil di panggung terbuka,” ujar Berto Gobay.
Berto menjelaskan bahwa Alie terbentuk sebagai komunitas musik yang tumbuh secara alami. Para anggotanya berlatih tanpa batasan waktu tertentu dan rutin berkumpul untuk mengasah kemampuan bermusik.
“Alie adalah komunitas. Kami berlatih secara alami, tanpa jadwal kaku. Proses pembinaan berjalan dari kebersamaan dan kecintaan terhadap musik,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepercayaan panitia Festival Media Papua yang memberi ruang bagi Grup Musik Alie untuk tampil di hadapan ratusan hingga ribuan insan pers dari berbagai daerah di Tanah Papua.
“Ini adalah kehormatan besar bagi kami. Bisa bernyanyi di hadapan ribuan jurnalis yang hadir di Festival Media Papua merupakan pengalaman yang sangat berkesan dan tidak akan kami lupakan,” ungkap Berto.
Menurutnya, penampilan perdana Grup Musik Alie bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ajang pembuktian kualitas komunitas musik lokal dari pedalaman Papua.
“Panggung ini menjadi ruang pembuktian bahwa komunitas musik lokal dari pedalaman Papua juga memiliki kualitas, identitas, dan nilai budaya yang patut dihargai,” tegasnya.
Grup Musik Alie berharap kehadiran mereka di Festival Media Papua dapat membuka ruang yang lebih luas bagi komunitas seni dan musik lokal dari berbagai kabupaten di Tanah Papua.
“Kami berharap semakin banyak komunitas seni dan musik lokal yang mendapat kesempatan untuk tumbuh, dikenal, dan diapresiasi, baik di tingkat regional maupun nasional,” tutup Berto Gobay.







