Nabire, Jumat 25 Juli 2025, Faktanabire.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 secara meriah di Bandara Lama Nabire, dengan menghadirkan seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, pelaku UMKM, pelajar, mahasiswa, Tamu Pejabat dari 8 Kabupaten Papua Tengah dan ratusan warga yang memadati lokasi acara HUT Provinsi Papua Tengah.
Perayaan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, SH., Dalam sambutannya, Meki Nawipa menekankan pentingnya tiga prioritas pembangunan provinsi muda ini: kesehatan masyarakat, penguatan ekonomi rakyat melalui UMKM, dan pembangunan infrastruktur serta tata kelola pemerintahan yang terang dan transparan.
“Ko harus sehat, rakyat sehat, UMKM tangguh, dan Papua Tengah terang, itulah arah pembangunan kita ke depan,” tegas Meki
Upacara peringatan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, termasuk Danrem 173/Praja Vira Braja, Brigjen TNI Frits W.R. Pelamonia, Dandim 1705/Nabire Letkol Inf Marudut H. Simbolon, serta Komandan Lanal Nabire, Letkol Laut (P) Dwi Prasetyo, S.H., M.Tr. Opsla, yang terus mendorong penguatan sinergi pertahanan maritim dan pembangunan pesisir.
Sementara dari kepolisian, Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol Muhajir, S.I.K., M.H., tampak berdiri bersebelahan dengan Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, S.M., Wakil Ketua II DPR Provinsi Dr. Drs. Petrus Izaach Suripatty, M.Si, serta Bupati Nabire Mesak Magai, dan dr. Silwanus Sumule (SEKDA Pemprov) selaku Ketua Panitia HUT.
Meki Nawipa menyoroti berbagai capaian pembangunan dalam tiga tahun terakhir, termasuk peluncuran program KoSehat yang menjamin akses kesehatan gratis, program edukasi gizi dan penanggulangan stunting. Ia juga mengumumkan bahwa mulai Agustus 2025, biaya pendidikan untuk SMA dan SMK akan digratiskan, dan pemerintah menargetkan pembebasan biaya pendidikan untuk jenjang SMP pada 2026.
Dalam bidang ekonomi, Meki Nawipa menekankan pentingnya penguatan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Papua Tengah. Lewat dukungan pembiayaan, akses pemasaran, dan pameran mingguan, pelaku usaha kecil diklaim bisa meraih omzet hingga Rp30–50 juta setiap Sabtu di acara RVD (Rame di Venue Dagang).
“Jika UMKM kuat, maka ekonomi rakyat pun kokoh. Kita bantu dari bawah: dari koperasi, pelatihan usaha, hingga modal,” ujar Pak Meki
Dalam bidang konektivitas dan infrastruktur, Meki Nawipa mengumumkan subsidi penerbangan dari Nabire ke seluruh ibu kota kabupaten dan dari Timika dua kali seminggu, guna memperkuat keterhubungan antarwilayah di Papua Tengah. Selain itu, pemerintah juga menanggung biaya BPJS sebesar Rp40.000 per orang bagi warga Papua Tengah serta provinsi tetangga seperti Papua Pegunungan, Papua Barat, dan Papua Selatan, sebagai wujud solidaritas regional dalam pelayanan dasar.
Puncak acara ditandai dengan pelepasan delapan balon oleh Gubernur Meki bersama Bupati Nabire, Wakil Bupati Mimika , Wakapolda, Danrem, Dandim, Danlanal, Ketua MRP, dan Sekda. Delapan balon tersebut melambangkan delapan kabupaten di wilayah Papua Tengah. Dalam simbolisasi tersebut, Nawipa berkata:
“Biarlah balon ini terbang tinggi seperti harapan kita semua, Papua Tengah yang sehat, terang, dan bermartabat.”
Acara ditutup dengan penampilan budaya khas Papua, tarian yosim pancar massal, pameran UMKM, dan sepeda santai yang menyatukan warga dari berbagai kalangan. Suasana meriah mencerminkan semangat persatuan dalam membangun provinsi muda ini ke arah yang lebih baik.
