Nabire, 9 Desember 2025, Faktanabire.com — Pemerintah resmi meluncurkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan–Food Inflation Stabilization (SPHP-FIS) secara serentak pada Selasa, 9 Desember 2025.
Acara utama berlangsung di Papua induk dan tersambung langsung dengan kegiatan di Kota Kisah dan Kota Tengah.
Sekda, Ketua DPR Papua Tengah, pimpinan Bulog, dan jajaran Forkopimda hadir untuk memastikan program berjalan terkoordinasi dan memimpin langsung penyaluran agar seluruh tahapan tetap terstruktur dan tepat sasaran.
Pada saat peluncuran, pemerintah melepas distribusi beras menuju delapan kabupaten dan Polres jajaran. Total 62 ton beras dikirim pada tahap awal. Hingga akhir tahun, pemerintah menargetkan penyaluran 503 ton, dan saat ini sudah terealisasi 56 persen atau setara 282 ton.
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Alfred Papare, S.I.K, menegaskan pentingnya kelancaran distribusi untuk menjaga stabilitas harga pangan.
“Program SPHP-FIS adalah langkah strategis untuk menstabilkan pangan dan meringankan beban masyarakat dari fluktuasi harga. Karena itu, distribusinya harus berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Kapolda juga menjelaskan beberapa hambatan yang sempat muncul. Pada 17 Oktober, penyaluran ke Kabupaten Dogiyai, Deiyai, dan Paniai tertunda karena gangguan dari kelompok masyarakat tertentu. Keterbatasan armada udara juga menghambat pengiriman ke Kabupaten Tanjaya dan Anca.
Untuk mengatasi kendala ini, Polda Papua Tengah membentuk Satgas Pengawalan Logistik yang beranggotakan personel Brimob, Samapta, dan Lalu Lintas. Satgas bertugas memastikan seluruh proses pengawalan berjalan aman, termasuk distribusi kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Satgas kami siapkan agar distribusi logistik, khususnya beras SPHP-FIS, dapat sampai tepat waktu. Masyarakat di Dogiyai, Deiyai, dan Paniai harus menerima jaminan distribusi yang aman,” kata Brigjen Alfred Papare.
Dengan pengamanan yang lebih ketat dan terkoordinasi, pemerintah berharap penyaluran beras SPHP-FIS dan logistik lainnya dapat menjangkau seluruh wilayah Papua Tengah tanpa hambatan.
