Dampak Gempa, Cuaca Ekstrem dan Galian C, Infrastruktur Air Bersih Nabire Rusak

Direktur PDAM Nabire, Yonnes N. Monim, ungkapkan Kondisi infrastruktur air bersih di wilayah Nabire. (Dok. Faktanabire.com)

Nabire, Senin 6 Oktober 2025, Faktanabire.com — Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nabire, Yonnes N. Monim, ungkapkan
Kondisi infrastruktur air bersih di wilayah Nabire, pasca gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu serta kondisi cuaca ekstrem selama hampir dua bulan terakhir,

Iya menyampaikan salah satu sumber utama air bersih yakni Kali Nabire, Jaringan pipa transmisi dari sumber yang menyeberangi beberapa kali rusak akibat banjir dan aktivitas pengambilan galian C di sekitar aliran sungai.

Bacaan Lainnya

“Awalnya, pipa-pipa itu terkubur di bawah dasar sungai sedalam tiga meter. Karena pengambilan galian C dan banjir, kini pipa-pipa itu berada di atas permukaan sungai dan sangat rentan rusak,” ujar Monim usai mengikuti apel gabungan di Halaman Kantor Bupati Nabire, Senin (6/10).

Menurutnya, PDAM Nabire sudah lakukan langkah darurat pengadaan pipa baru, pengelasan, serta sewa alat berat demi memperbaiki jaringan yang rusak dengan biaya Rp100 hingga Rp200 juta agar pelayanan air bersih tetap berjalan.

“Kami terus berupaya agar kebutuhan air masyarakat dan fasilitas penting terutama RSUD Nabire tetap terpenuhi, sehingga pelayanan tidak terganggu,” tegas Monim.

PDAM Nabire telah melakukan perbaikan darurat sejak awal Mei hingga akhir Juli 2025. Tim PDAM bekerja di lapangan selama 50 hari dan mendirikan tenda darurat di kawasan hulu Kali Nabire guna mempercepat penanganan kerusakan.

Monim berharap Pemerintah Kabupaten Nabire dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini. Terutama aktivitas pengambilan material galian C dipindahkan ke luar kota untuk menjaga sumber air utama.

“Kami berharap ada langkah nyata dari pemerintah. Sumber air ini berada di tengah kota dan sangat penting bagi masyarakat Nabire. Jika DAS terus rusak, bukan hanya pelayanan air yang terganggu, tapi juga keselamatan warga,” tandasnya.

Pos terkait