Nabire, 14 November 2025, Faktanabire.com — Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Barisan Merah Putih Republik Indonesia (DPP BMPRI), Ali Kabiay, menegaskan komitmen organisasinya dalam membangun Papua melalui berbagai program sosial dan kemitraan strategis dengan masyarakat adat.
Hal ini disampaikan saat menghadiri Sarasehan yang digelar DPD BMPRI Papua Tengah di Aula RRI Nabire, Kamis (13/11).
Ali Kabiay menyampaikan kebanggaan karena DPP BMPRI berpusat di Tanah Papua, berbeda dari banyak organisasi lainnya yang berkantor pusat di Jakarta.
“Kebanyakan organisasi DPP-nya ada di Jakarta. Tetapi kami satu-satunya organisasi yang Dewan Pimpinan Pusatnya ada di tanah Papua. ini suatu kebanggaan ,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa BMPRI saat ini memiliki enam Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang tersebar di enam Daerah Otonomi Baru (DOB) di seluruh Tanah Papua.
Lebih jauh, Ali Kabiay menjelaskan sejumlah program sosial yang telah disusun DPP BMPRI dan terus dijalankan oleh seluruh struktur organisasi di daerah.
“Kami selalu laksanakan beberapa program yang sudah disusun dari DPP, seperti kegiatan bakti sosial, pembagian sembako kepada masyarakat kurang mampu, pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, dan kegiatan positif lainnya,” ujarnya.
Ali meminta masyarakat, khususnya masyarakat adat, untuk terlibat aktif dalam kegiatan BMPRI, sekaligus menekankan pentingnya menghargai kearifan lokal dalam proses pembangunan Papua Tengah.
“Masyarakat adat adalah mitra strategis pemerintah daerah. Sebelum adanya negara ini, sudah ada pemerintahan adat. Pemerintah Provinsi Papua Tengah perlu menghargai setiap kearifan lokal dan hak-hak masyarakat adat,” tegasnya.
Menurutnya, sarasehan yang digelar harus menjadi jembatan komunikasi yang baik antara masyarakat adat dan pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten.
Momentum Hari Pahlawan yang baru diperingati tiga hari sebelumnya. Ia menekankan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam mengisi kemerdekaan dengan karya positif.
“Dulu para pahlawan berjuang dengan darah dan keringat. Sekarang tugas generasi muda adalah mengisi kemerdekaan dengan belajar yang baik, menjauhi narkoba, miras, dan hal-hal negatif. Mari bangun Papua Tengah menjadi tanah yang diberkati,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya keamanan sebagai indikator utama kemajuan daerah.
“Kalau keamanan di satu wilayah bagus, maka otomatis investasi, daya beli, ekonomi, pendidikan, dan budaya akan bertumbuh,” jelasnya.
Ali pun mengajak seluruh pemuda Papua, bahkan yang berada di luar daerah dan luar negeri, untuk terus memberikan narasi positif tentang Papua.
Ia juga menegaskan pentingnya kerjasama dengan masyarakat adat, dengan hadirnya sejumlah kepala suku dalam kegiatan tersebut, serta peran pemuda adat dalam mendukung pembangunan dan program-program strategis nasional.
Ali Kabiay meminta seluruh jajaran BMPRI di Papua Tengah, baik DPD maupun DPC untuk mendukung penuh kebijakan pemerintah.
“Pemerintah adalah wakil Allah di bumi sesuai Roma 13. Siapa yang melawan pemerintah dengan pedang, pasti mati dengan pedang. Siapa yang melawan dengan senjata, pasti mati dengan senjata,” ujarnya.
