Nabire, 17 Juni 2025– Usai momentum pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya masa jabatan 2025–2030, Dr. Yuni Wonda, S.Sos., MM, menyampaikan komitmen kuat untuk merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali, saat di wawancarai awak media.
Ia menegaskan bahwa Kabupaten Puncak Jaya memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah lain, baik dari segi geografis, sosial, maupun politik.
“Puncak Jaya ini tidak sama dengan daerah lain. Maka sebagai bupati dan wakil bupati, tugas kami adalah melayani semua. Tidak ada lagi masyarakat nomor 1 atau nomor 2. Semua adalah masyarakat Puncak Jaya, dan semua adalah masyarakat kami,” ujar Bupati Wonda
Ia menambahkan bahwa selama lima tahun masa jabatannya, seluruh aktivitas dan kebijakan pemerintah daerah akan diarahkan untuk menyatukan semua pihak. Tak hanya masyarakat sipil, tetapi juga melibatkan unsur TNI-Polri, gereja, tokoh adat, pemuda, dan semua elemen yang ada di wilayah Puncak Jaya.
“Kita akan rangkul semua, tidak boleh ada yang ditinggalkan, semua harus bergerak bersama untuk Puncak Jaya yang damai dan maju,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Yuni Wonda juga menyampaikan bahwa dirinya bersama wakilnya adalah representasi dari hasil pemilihan umum yang demokratis, dan keduanya akan menjaga amanah yang telah dititipkan oleh rakyat.
“Kami sadar, kemenangan ini bukan milik kami sendiri. Ini adalah titipan rakyat, dan akan kami jaga dengan penuh tanggung jawab,” ucapnya.
Bupati Wonda menegaskan bahwa prioritas utama pemerintahannya adalah pada sektor pendidikan dan kesehatan. Ia menyadari bahwa medan geografis Puncak Jaya yang berat menjadi tantangan tersendiri dalam mengakses layanan dasar tersebut.
“Pendidikan dan kesehatan akan jadi fokus utama. Kami ingin membangun sumber daya manusia dengan kualitas dan kemampuan yang lebih baik,” katanya.
Sebagai langkah konkret, ia berencana membangun sekolah-sekolah berbasis asrama di beberapa distrik. Menurutnya, akses pendidikan di wilayah pegunungan yang terjal dan terpencil perlu didukung dengan fasilitas pendidikan yang memungkinkan anak-anak tinggal dan belajar dengan nyaman.
“Puncak Jaya ini wilayahnya berat. Anak-anak kita harus berjalan jauh menembus pegunungan untuk sekolah. Maka, sekolah berbasis asrama akan jadi prioritas unggulan kami,” pungkasnya.
Dengan semangat inklusivitas dan keberpihakan terhadap pembangunan manusia, pasangan Yuni Wonda dan wakilnya diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi Kabupaten Puncak Jaya dalam lima tahun mendatang.







