Review Masterplan Pusat Pemerintahan, Pemprov Papua Tengah Tekankan Kearifan Lokal dan Keberlanjutan

FGD I Review Masterplan Pusat Pemerintahan, di meeting room Rumah Makan Sari Kuring, Jalan Kupang, Kali Susu, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Jumat (30/10/2026).

NABIRE, FaktaNabire.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar FGD Review Masterplan Pusat Pemerintahan, di meeting room Rumah Makan Sari Kuring, Jalan Kupang, Kali Susu, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Jumat (30/10/2026).

Mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua Tengah, H. Tumiran, menegaskan bahwa pusat pemerintahan harus menjadi simbol identitas daerah, pusat pelayanan publik, sekaligus penggerak pembangunan bagi delapan kabupaten di Papua Tengah.

Bacaan Lainnya

“Pusat pemerintahan bukan sekadar deretan gedung perkantoran, tetapi harus mencerminkan identitas daerah dan menjadi kebanggaan masyarakat Papua Tengah,” ujar Tumiran.

Ia menekankan tiga hal dalam penyempurnaan masterplan, yakni penerapan konsep green city dan smart city berbasis kearifan lokal, peningkatan aksesibilitas pelayanan publik, serta pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan kelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.

Tumiran juga menyampaikan sejumlah arahan Gubernur, antara lain penyediaan lahan parkir di luar gedung OPD, tempat pengolahan sampah modern, evaluasi drainase culvert box, relokasi bangunan pemadam kebakaran, penyediaan sumur alternatif, serta penambahan jalur evakuasi di sisi utara dan timur kawasan.

Selain itu, Gubernur mengusulkan fasilitas pendukung berupa klinik, pos keamanan, mini zoo, taman dengan tanaman endemik Papua, kolam resapan, serta mini stadion untuk mendukung kegiatan olahraga antar-OPD dan Forkopimda.

“Kita tidak hanya merencanakan pembangunan untuk hari ini, tetapi menyiapkan pusat pemerintahan yang mampu menjawab kebutuhan generasi Papua Tengah di masa mendatang,” tegasnya.

Tumiran berharap tim ahli, perangkat daerah, pemerintah kabupaten, Forkopimda, dan seluruh peserta FGD aktif memberikan masukan konstruktif agar masterplan yang dihasilkan terintegrasi, berkelanjutan, dan mencerminkan jati diri Papua Tengah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *