NABIRE, FaktaNabire.com – Petani kopi asal Kabupaten Deiyai, Yakobus Kotouki, berharap Festival Kopi Papua Tengah 2026 membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani lokal sekaligus mendorong pemerintah memberikan dukungan permodalan untuk mengembangkan usaha perkebunan kopi.
Yakobus menyampaikan harapan tersebut saat ditemui wartawan dalam Festival Kopi Papua Tengah 2026 di Aula KSK, Nabire, Kamis (29/10/2026).
Ia menilai festival ini menjadi kesempatan bagi petani untuk memperkenalkan hasil panen sekaligus menyampaikan kebutuhan mereka kepada pemerintah.
Yakobus telah mengembangkan tanaman kopi sejak 2005 dan mulai menekuni budidayanya pada 2006–2007. Kini, ia mengelola kebun kopi seluas tiga hektare dengan lebih dari 5.000 pohon yang ia rawat secara mandiri.
Ia mengaku harus belajar dari awal untuk memahami teknik budidaya kopi, mulai dari penanaman, pemangkasan, hingga perawatan tanaman agar menghasilkan buah secara optimal.
“Saya nekat untuk membuka kopi ini, walaupun tidak tahu cara menanam, cara memangkas, dan cara perawatannya. Saya pelan-pelan belajar,” ungkap Yakobus.
Seiring waktu, Yakobus mengikuti pelatihan untuk meningkatkan pengetahuannya tentang budidaya kopi. Ia kemudian menerapkan ilmu tersebut dengan merawat tanaman, membersihkan kebun, dan memangkas cabang agar produktivitas tanaman meningkat.
Kini, ia terus memanen kopi dari kebunnya dan membawa hasil panen tersebut ke Festival Kopi Papua Tengah 2026 untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Menurut Yakobus, festival tidak cukup hanya menjadi ajang promosi. Ia berharap pemerintah menindaklanjuti kegiatan tersebut dengan menyediakan fasilitas yang membantu petani memasarkan hasil panen secara lebih terorganisasi.
“Harapan saya melalui festival ini, pemerintah membuka tempat penampung kopi sehingga kami bisa membawa hasil panen ke situ,” ujarnya.
Yakobus juga berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah segera merealisasikan rencana penyediaan tempat penampungan kopi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Menurut informasi yang ia terima, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyampaikan rencana untuk menyediakan tempat penampungan kopi di salah satu lokasi di Papua Tengah.
Ia menilai fasilitas tersebut dapat membantu petani menyalurkan hasil panen melalui jalur pemasaran yang lebih jelas. Dengan begitu, petani memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar dan mengembangkan usaha mereka.
Selain akses pemasaran, Yakobus meminta pemerintah memperhatikan kebutuhan modal dan bibit kopi. Ia menilai dukungan tersebut dapat membantu petani meningkatkan produksi sekaligus memperluas lahan perkebunan.
Yakobus bahkan berencana menanam sekitar 5.000 pohon kopi tambahan jika pemerintah menyediakan dukungan bibit.
“Kalau ada dukungan bibit dari pemerintah, saya berencana menambah sekitar 5.000 pohon kopi lagi,” katanya.
Menurutnya, dukungan berkelanjutan akan mendorong petani lebih bersemangat meningkatkan produksi dan mengembangkan perkebunan kopi.
Festival Kopi Papua Tengah 2026 yang digagas Dinas Perkebunan Provinsi Papua Tengah mempertemukan petani dan pelaku produksi kopi dari delapan kabupaten di wilayah tersebut.
Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempromosikan produk lokal, memperkuat jaringan usaha, serta membuka peluang pemasaran kopi Papua Tengah.








