NABIRE, FaktaNabire.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Festival Kopi Papua Tengah 2026 untuk mempromosikan produk kopi lokal sekaligus memperkuat jaringan petani di delapan kabupaten. Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, membuka festival perdana yang digagas Dinas Perkebunan Provinsi Papua Tengah itu di Aula KSK Nabire, Kamis (29/10/2026).
Festival ini mempertemukan petani dan pelaku usaha kopi untuk memperkenalkan hasil perkebunan mereka kepada masyarakat. Selain menjadi ajang promosi, kegiatan tersebut mendorong petani membangun kerja sama guna meningkatkan produksi, memperluas pemasaran, dan menjaga kestabilan harga kopi.
Usai membuka kegiatan, Meki Nawipa mengapresiasi masyarakat yang terus mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan, khususnya komoditas kopi dan teh di Papua Tengah.
Ia mencontohkan kontribusi Didimus Tebay di Moanemani, Kabupaten Dogiyai, yang memperkenalkan kopi Moanemani P5. Menurut Meki, upaya tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Papua Tengah memiliki potensi besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan lokal.
Namun, Meki menegaskan bahwa petani tidak cukup hanya menguasai teknik budidaya. Mereka juga perlu membangun kelompok usaha dan jaringan pemasaran agar dapat memperkuat posisi dalam rantai perdagangan kopi.
“Pola hari ini adalah bagaimana supaya mereka itu ada dalam ring. Kelemahan buat orang Papua hari ini, dia setelah dapat uang, dia mau jalan sendiri,” ujar Meki kepada awak media.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama menjadi kunci untuk mengembangkan usaha kopi secara berkelanjutan. Jika petani menjalankan usaha secara sendiri-sendiri, mereka akan lebih sulit memperluas pasar dan menjaga kestabilan harga hasil panen.
Meki juga menyoroti pengaruh tengkulak atau perantara terhadap harga kopi di tingkat petani. Menurutnya, perubahan harga yang tidak menentu menjadi tantangan yang harus diatasi melalui penguatan jaringan dan kerja sama antarpelaku usaha.
Karena itu, pemerintah provinsi mendorong petani membangun jaringan pemasaran yang lebih terorganisasi. Dengan langkah tersebut, petani diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih kuat ketika menjual hasil panen.
Ketua Panitia Festival Kopi Papua Tengah, Andreas Gobai, mengatakan bahwa pemerintah provinsi akan menindaklanjuti festival tersebut melalui program pembinaan petani kopi.
Andreas menjelaskan bahwa program itu mengikuti arahan Gubernur Meki Nawipa agar festival tidak hanya menjadi kegiatan promosi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kemampuan petani.
Pemerintah provinsi menargetkan pembinaan terhadap 50 petani dari setiap kabupaten. Pada tahap awal 2026, program tersebut akan menjangkau enam kabupaten, yakni Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Paniai, Dogiyai, dan Nabire.
Sementara itu, pemerintah provinsi merencanakan pembinaan bagi petani di Kabupaten Deiyai dan Mimika pada 2027.
Untuk menjalankan program tersebut, Dinas Perkebunan Provinsi Papua Tengah akan bekerja sama dengan Asosiasi Kopi Indonesia. Pendampingan akan mencakup teknik budidaya, mulai dari cara menanam dan merawat tanaman hingga memilih benih yang tepat.
Andreas menilai peningkatan pengetahuan petani sangat penting untuk menghasilkan kopi berkualitas. Menurutnya, keberhasilan perkebunan tidak hanya bergantung pada jumlah tanaman, tetapi juga pada penerapan teknik budidaya yang benar.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah memperkirakan anggaran program pembinaan tersebut mencapai hampir Rp1 miliar lebih, termasuk kebutuhan operasional pelaksanaan kegiatan.
Melalui Festival Kopi Papua Tengah 2026 dan program pembinaan petani, pemerintah provinsi ingin meningkatkan kualitas hasil perkebunan sekaligus memperluas jaringan pemasaran kopi lokal.
Pemerintah juga berharap kegiatan tersebut dapat mempertemukan petani, pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan.
Dengan memperkuat kemampuan budidaya, jaringan usaha, dan pemasaran, petani kopi Papua Tengah diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk serta memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik dari hasil perkebunan mereka.
Festival ini menjadi langkah awal bagi pemerintah provinsi untuk mendorong pengembangan kopi Papua Tengah secara lebih terarah, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran.







