Nabire, 20 Oktober 2025, Faktanabire.com — Menanggapi aksi protes sejumlah mahasiswa, Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Dr. Petrus Tekege, SH., MH., memberikan klarifikasi terkait kebijakan kampus mengenai pelunasan biaya kuliah.
Terkait inti tuntutan mahasiswa yang meminta perubahan kebijakan pembayaran kuliah, Rektor menjelaskan bahwa keputusan sebelumnya dibuat setelah evaluasi panjang terhadap dampak kebijakan cicilan biaya kuliah.
“Dulu, dari semester satu sampai terakhir, mahasiswa bisa mencicil dua kali. Awalnya itu dianggap membantu, tapi ternyata banyak yang menyalahgunakan. Akhirnya beban menumpuk sampai wisuda, dan banyak yang tidak bisa ambil ijazah,” jelasnya, di ruang kerjanya, Senin (20/10).
Ia mengungkapkan, dari data kampus, terdapat 664 alumni dari sepuluh angkatan terakhir yang belum mengambil ijazah karena tunggakan biaya kuliah.
“Saya malu kalau dengar orang bilang alumni Uswin menganggur karena belum ambil ijazah. Mereka tidak bisa melamar kerja tanpa ijazah dan transkrip. Itu artinya, mereka sarjana yang belum bisa menunjukkan kesarjanaannya,” tegas Rektor.
Sebagai langkah solusi, pihak kampus memberikan dispensasi bagi mahasiswa yang telah melunasi 80 persen dari total biaya kuliah.
“Dalam edaran itu saya buat kebijakan, mereka yang sudah bayar 80 persen, sisa 20 persen bisa mendapat potongan. Ini bentuk perhatian lembaga agar mahasiswa bisa segera menyelesaikan administrasi dan mengambil ijazah,” jelasnya.
Rektor berharap, kebijakan baru ini dapat mendorong mahasiswa untuk lebih disiplin dalam memenuhi kewajiban akademik, sekaligus mengurangi jumlah lulusan yang belum mengambil ijazah.
“Mulai dari kepemimpinan saya ini dan seterusnya, tidak boleh ada lagi yang menambah-nambah tunggakan. Cukup sudah 664 orang itu. Saya ingin ke depan tidak ada lagi alumni Uswin yang disebut penganggur karena belum punya ijazah,” tutupnya.








Itu sangat benar BP rektor uswin