Nabire, 20 Oktober 2025, Faktanabire.com – Puluhan mahasiswa Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire menggelar aksi protes di halaman kampus, Senin (20/10/2025).
Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap kebijakan baru kampus yang mewajibkan mahasiswa melunasi biaya pembangunan dan SPP sebagai syarat mengikuti wisuda.
Aksi yang dipimpin oleh Gideon Pigai selaku koordinator lapangan itu berlangsung tertib namun penuh semangat. Dalam orasinya, Gideon menilai kebijakan baru yang dikeluarkan pihak rektorat memberatkan mahasiswa, terutama bagi mereka yang akan mengikuti wisuda pada 13 November 2025 mendatang.
“Kami Mahasiswa-mahasiswi di kampus USWIM Nabire dikagetkan dengan kebijakan baru rektor yang justru merugikan mereka yang akan wisuda tahun ini,” ujar Gideon dalam orasinya.
Ia menegaskan, kami menolak kebijakan tersebut karena berdampak pada calon wisudawan, dan juga bisa memengaruhi mahasiswa aktif dan mahasiswa baru.
“Rektor mengeluarkan himbauan agar mahasiswa yang akan wisuda melunasi biaya pembangunan dan SPP dalam waktu satu bulan. Ini sangat memberatkan. Kami menolak kebijakan baru ini dan meminta agar kampus mengembalikan aturan lama,” Ujarnya.
Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa USWIM Nabire menyampaikan empat tuntutan utama:
1. Menolak dengan tegas kebijakan baru yang mewajibkan pelunasan biaya pembangunan dan SPP sebagai syarat wisuda.
2. Menuntut pihak kampus segera mencabut kebijakan tersebut dan mengembalikan aturan lama.
3. Meminta pihak kampus membuka ruang dialog dengan mahasiswa untuk mencari solusi terbaik.
4. Menyatakan akan menunggu tanggapan resmi dari pihak kampus sebelum 13 November 2025, dan jika tidak ada respon, mahasiswa mengancam akan menutup kampus sementara waktu.
Aksi ini dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, dengan harapan aspirasi pihak rektorat mahasiswa bisa didengar dan dipertimbangkan demi terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih baik di Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire







