DOGIYAI, FaktaNabire.com – Polda Papua Tengah mengirim tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) ke Kabupaten Dogiyai untuk membantu mengusut kasus pengeroyokan terhadap anggota Polsek Kamu, Aipda Agus Sugianto.
Sejumlah orang tidak dikenal (OTK) menyerang Aipda Agus menggunakan senjata tajam jenis samurai di wilayah Moanemani, Kabupaten Dogiyai, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 06.45 WIT.
Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah, Kompol Henry J. Manurung, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, tim Ditreskrimum telah diberangkatkan ke Dogiyai untuk memperkuat penyelidikan yang dilakukan Polres Dogiyai.
“Kami sudah mengirimkan tim dari Ditreskrimum Polda Papua Tengah untuk membantu Polres Dogiyai melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Saat ini, upaya untuk mengungkap identitas para pelaku dan mengumpulkan keterangan maupun barang bukti terus dilakukan,” kata Henry.
Henry menjelaskan, penyerangan terjadi ketika korban hendak menuju Mapolsek Kamu dari rumahnya dengan mengendarai sepeda motor.
Saat melintas di depan gapura dekat SMA Negeri 2 Moanemani, Kampung Mauwa, Distrik Kamu, empat orang yang tidak dikenal tiba-tiba menghadang korban.
Keempat pelaku diduga membawa senjata tajam jenis samurai. Korban kemudian berusaha menyelamatkan diri dari serangan tersebut.
“Saat korban melihat adanya ancaman, korban berusaha menyelamatkan diri. Namun, dua orang pelaku langsung mengayunkan senjata tajam jenis samurai ke arah korban. Korban kemudian berusaha menahan sabetan tersebut dengan tangan kirinya,” jelas Henry.
Serangan itu menyebabkan korban mengalami luka pada bagian tangan hingga terjatuh di badan jalan.
Dalam kondisi tersebut, para pelaku kembali menyerang korban dan mengenai sejumlah bagian tubuh, termasuk tangan dan kaki.
“Setelah melakukan aksinya, keempat pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban di lokasi kejadian,” ujarnya.
Seorang saksi yang melihat korban dalam kondisi terluka kemudian memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Personel piket Polres Dogiyai yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal dan mengumpulkan informasi terkait penyerangan.
Polisi kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Paniai untuk mendapatkan perawatan medis atas luka yang dialaminya.
Henry menegaskan, Polda Papua Tengah bersama Polres Dogiyai terus melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku.
“Kami akan terus melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku. Kami berharap masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait kejadian ini dapat menyampaikannya kepada pihak kepolisian agar kasus ini dapat segera terungkap dan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tegas Henry.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku serta motif di balik penyerangan terhadap anggota Polsek Kamu tersebut.








