Peringati Hari Perempuan Internasional, Begini Pernyataan Sikap Solidaritas Perempuan Papua Tengah.

Faktanabire.Com – Solidaritas Perempuan Papua Tengah Membawa poster dengan beragam tulisan saat memperingati Hari Perempuan Internasional di Jalan Merdeka , Nabire Papua Tengah, Sabtu (8/3/2025).

Dalam aksi yang dikoordinir oleh Paola Pakage dan Melodi Gobay tersebut, menyatakan agar Negara segera membongkar sistem yang telah mendominasi perempuan sebagai objek eksploitasi, sekaligus mengkampanyekan gerakan kesetaraan gender tanpa terkecuali.

Gerakan ini bukan sebagai rutinitas tahunan semata, namun refleksi untuk perjuangan dan pembebasan perempuan selama 112 tahun atas realitas penindasan oleh sistem kapitalisme.

Secara bergantian dalam orasi, Solidaritas Perempuan Papua Tengah pun menyoroti berbagai fenomena yang terjadi di Papua Tengah saat ini, seperti kurang maksimalnya pelayanan Kesehatan di RSUD Nabire, Dampak Operasi Militer di Papua Tengah, Meningkatnya Angka Gisi Buruk dan HIV AIDS dengan total 23.042 kasus.

Dalam konteks ini perempuan harus berperan aktif sebagai insan yang memiliki kedudukan sama secara politik, sosial dan ekonomi, karena ketidakpedulian dan apatisme hanya akan memberikan ruang lebih luas bagi penyimpangan kekuasaan.

Berangkat dari refleksi tersebut Solidaritas Perempuan Papua Tengah dalam rangka memperingati 112 Tahun Hari Perempuan Internasional menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Segera usut tuntas kasus pembunuhan mama Tarina Murib dan tarik Militer dari Kabupaten Puncak, Papua Tengah
  2. Segera hentikan kekerasan seksual terhadap perempuan dan hukum seberat-beratnya pelaku kekerasan seksual.
  3. Hentikan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke yang telah dan sedang menghancurkan ekosistem lingkungan dan perempuan kehilangan akses atas ruang penghidupannya.
  4. Tolak Blok Wabo, tutup PTFI, Bp Migas, dan seluruh Perusahaan MNC milik kapitalis di Papua.
  5. Hentikan diskriminasi perempuan diberbagai bidang kehidupan didalam masyarakat.
  6. Segera berikan pasar yang layak kepada mama-mama pasar Papua.
  7. Segera mengakomodir hak anak dan perempuan di dalam kebijakan publik.
  8. Segera berikan hak subsidi kesehatan bagi anak dan ibu hamil di Papua Tengah.
  9. Hentikan sexsisme dan kebijakan yang patriarkis dalam berbagai kebijakan publik.
  10. Hentikan kekerasan berbasis digital terhadap perempuan.
  11. Segera tangani kasus HIV AIDS yang mengancam kehidupan generasi muda Papua.

Akhir pernyataan sikap kordinator aksi mengajak semua lapisan masyarakat, agar terus memberikan Edukasi terkait Equilitas kehidupan masyarakat, sehingga terciptanya kedamaian di atas Tanah Papua ini.

 

Pos terkait