Pengamanan Aksi KNPB Libatkan 739 Personel, Masyarakat Diimbau Tak Terprovokasi Hoaks

Irwasda Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Wahyu Kuncoro, S.I.K., usai memimpin apel apel gelar pasukan yang berlangsung di halaman Mapolres Nabire, Minggu (2/8/2026).

NABIRE, Faktanabire.com – Rencana aksi unjuk rasa damai yang akan digelar Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah pada Senin (3/8/2026) akan mendapat pengamanan dari 739 personel gabungan TNI dan Polri.

Hal ini disampaikan Irwasda Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Wahyu Kuncoro, S.I.K., usai memimpin apel apel gelar pasukan yang berlangsung di halaman Mapolres Nabire, Minggu (2/8/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam keterangannya kepada wartawan, Wahyu mengatakan seluruh personel mengikuti persiapan pengamanan agar pelaksanaan aksi berjalan aman, tertib, dan kondusif.

“Perlu kami sampaikan, tadi kita sudah melaksanakan kegiatan persiapan terkait pengamanan untuk besok. Di mana rekan-rekan dari Komite Nasional Papua Barat akan menyampaikan aspirasi ke Majelis Rakyat Papua. Jadi ini kita sebagai pelayan, pelindung, pengayom, di mana TNI-Polri harus mengawal hak-hak kemerdekaan menyampaikan pendapat,” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, Polres Nabire mendapat dukungan personel dari TNI dan Polda Papua Tengah untuk mengamankan jalannya aksi.

“Polres Nabire dengan perbantuan dari rekan-rekan TNI dan di-backup oleh Polda Papua Tengah melibatkan kurang lebih 739 personel. Pelaksanaannya nanti kita lakukan secara persuasif dalam mengawal teman-teman kita, saudara-saudara kita, dalam menyampaikan pendapat di muka umum,” katanya.

Wahyu juga mengimbau massa aksi agar menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, serta menghormati ketentuan hukum yang berlaku.

“Pada prinsipnya kami berharap kepada teman-teman Komite Nasional Papua Barat silakan menyampaikan pendapat di muka umum, namun secara sopan dan santun. Kita mendukung dan mengawal rekan-rekan dalam menyampaikan pendapat, tetapi kami berharap ada kerja sama dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

Menurut Wahyu, seluruh personel yang bertugas akan mengedepankan pendekatan persuasif sesuai prosedur penggunaan kekuatan yang berlaku.

“Penggunaan kekuatan mengacu pada Perkap Nomor 1 Tahun 2019. Hak menyampaikan pendapat di muka umum tetap kami hormati. Kami sebagai pelayan dan pelindung masyarakat akan terus mengawal rekan-rekan dalam menyampaikan pendapat,” tegasnya.

Selain itu, Wahyu mengajak masyarakat Nabire untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak percaya dengan berita-berita hoaks yang dapat membuat cemas dan mengganggu aktivitas. Silakan masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa dan jangan mudah terprovokasi oleh informasi dari media-media yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Ia memastikan aparat keamanan berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif selama berlangsungnya aksi penyampaian pendapat.

“Kami memiliki komitmen untuk memberikan rasa nyaman di Kota Nabire. Kami menjamin keamanan di wilayah hukum Polda Papua Tengah, khususnya di Kota Nabire,” pungkas Wahyu.

Pos terkait