Nabire, 21 Agustus 2025, Faktanabire.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 1705/Nabire resmi ditutup oleh Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Rudi Puruwito, di Kampung Manunggal Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Kamis (21/8/2025).
Turut hadir dalam kegiatan penutupan, Bupati Nabire Mesak Magai, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Frits Wilem Richard Pelamonia, dan Forkopimda Kabupaten maupun Provinsi.
Dalam sambutannya, Pangdam menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Nabire, tokoh masyarakat, serta warga yang turut mendukung dan bergotong royong dalam menyukseskan program tersebut.
“Pada kesempatan ini kami apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nabire, segenap komponen, para tokoh, dan seluruh warga masyarakat yang hadir untuk bergotong royong dalam menuntaskan pekerjaan TMMD. Terlebih kepada masyarakat yang telah menyambut dan menerima anggota Satgas TMMD untuk tinggal bersama selayaknya keluarga,” ujar Mayjen TNI Rudi Puruwito.
TMMD ke-125 berlangsung sejak 23 Juli hingga 21 Agustus 2025. Selama satu bulan, Satgas TMMD bersama masyarakat berhasil menyelesaikan sejumlah kegiatan fisik, antara lain rehab Gereja GKI Talitakum, pembangunan rumah pastori, jembatan, pagar gereja, gapura, dua unit sumur bor, serta empat unit MCK.
Sementara itu, kegiatan nonfisik meliputi penyuluhan hukum, kamtibmas, agama, kesehatan, stunting, UMKM, dan pertanian.
Satgas TMMD juga melaksanakan program unggulan Kasad seperti pembangunan air bersih di lima titik, ketahanan pangan seluas 2,5 hektar, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), penanaman 500 pohon mangrove, serta pembangunan MCK di SD Inpres dan Masjid Mutaqin.
Pangdam XVII/Cenderawasih menegaskan bahwa hasil dari kegiatan tersebut akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Nabire untuk dimanfaatkan masyarakat.
“Hasil kegiatan ini akan diserahkan kepada pemerintah daerah Kabupaten Nabire untuk dipelihara dan digunakan bersama-sama sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang panjang,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan TMMD terdapat berbagai kekurangan dan akan di evaluasi untuk ke depan lebih baik.
“Saya juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan TMMD ke-125 ini terdapat tutur kata atau perilaku prajurit yang kurang berkenan di hati masyarakat. Kami menyadari masih ada hal-hal yang perlu dievaluasi. Mudah-mudahan pada TMMD mendatang dapat terwujud lebih baik,” pungkas Mayjen TNI Rudi Puruwito.







