Nabire, 30 Juni 2025, Faktanabire.com — Musyawarah Provinsi ke-1 Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Papua Tengah resmi digelar di Aula RRI Nabire dan dibuka langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa. Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya peran pengusaha sebagai motor penggerak ekonomi Papua Tengah yang mandiri dan tidak bergantung pada sektor pemerintahan semata.
“Kalau seorang pegawai bergaji lima juta per bulan, maka dalam setahun hanya dapat 60 juta. Tapi kalau seorang pengusaha bisa hasilkan 30 juta per bulan, berarti dalam setahun ia bisa capai 360 juta. Ini bukan omong kosong, ini realitas. Maka, kita harus ubah pola pikir: jangan semua ingin jadi PNS,” ujar Gubernur Meki disambut tepuk tangan peserta.
Ia menyoroti bahwa musyawarah ini bukan sekadar seremoni, tetapi fondasi penting agar masyarakat Papua Tengah mulai melirik jalur usaha sebagai jalan hidup. Menurutnya, sektor formal perlu dibuka seluas-luasnya agar ekonomi tidak dikuasai oleh pelaku-pelaku ilegal seperti tambang dan perikanan ilegal.
“Banyak yang selama ini cari uang secara ilegal. Tugas kita adalah memberi ruang agar mereka masuk jalur legal menjadi bagian dari asosiasi, menjadi pengusaha yang berkontribusi,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Meki membagikan refleksi menarik dari pengusaha dunia, Bill Gates. “Manusia hanya punya 13 tahun untuk menentukan apakah hidupnya sukses atau tidak. Dua pertiga waktu kita habis untuk sekolah dan tidur. Jadi, 13 tahun ini harus dimanfaatkan maksimal,” katanya.
Ia menambahkan, kerja kolektif lebih penting daripada jalan sendiri-sendiri. “Kalau 10 orang bangun usaha bersama, itu bukan cuma 13 tahun tapi 130 tahun pengalaman dikumpul bersama. Sukses tidak mungkin dicapai sendiri.”
Gubernur juga menyampaikan kritik tajam terhadap budaya kerja yang tidak produktif. “Jangan jadi kontraktor yang cuma bergantung pada kepala daerah. Hari ini dia berkuasa, besok tidak. Kontraktor harus jadi batu loncatan, bukan tujuan akhir. Dan jangan bawa proposal terus kita bukan hidup dari belas kasihan,” ujar Meki.
Ia juga menyinggung bahwa menjadi politisi tidak selalu jalan terbaik. Jadi pengusaha jauh lebih membangun masa depan. Politik itu habis jabatan, habis juga uangnya.
Dalam forum tersebut, Gubernur mendorong sinergi antara APINDO, Kadin, dan perusahaan besar seperti PT Freeport Indonesia yang juga merupakan anggota APINDO. Ia berharap pengusaha Papua Tengah bisa bersaing di tingkat nasional dan memperkenalkan kekayaan sumber daya alam daerah dalam forum-forum besar seperti Rakernas APINDO di Bandung mendatang.
“Kita harus hadir di level nasional. Kalau dulu kita hanya diminta jadi direktur lokal, sekarang kita harus ikut menentukan arah bisnis nasional,” ujarnya.
Sebelum menutup sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menekankan pentingnya integritas, manajemen, dan kolaborasi. Ia juga membagikan kisah pribadinya sebagai pengusaha ayam petelur semasa masih menjadi pilot.







