NABIRE, Faktanabire.com – Daniel Tauwai menunjukkan bahwa membaca dapat menjadi kebiasaan yang dilakukan siapa saja. Saat mengikuti kegiatan MABUK (Mari Baca Buku) di Rumah Inspirasi Kebadabi, Kompleks Akom Remaja Jalan Baru (Rejabar), Mapiduba, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (26/8/2026).
Daniel selama ini beberapa kali datang ketika kegiatan MABUK berlangsung. Namun, ia biasanya hanya duduk sebentar, melihat kegiatan peserta, lalu meninggalkan lokasi.
Kali ini berbeda. Daniel mengambil sebuah buku, duduk, lalu membacanya dengan tekun. Daniel duduk dan membaca buku selama hampir satu jam.
Founder Rumah Inspirasi Kebadabi, Mecky Tebai, mengatakan momen tersebut menjadi pengalaman yang menyentuh sekaligus memberikan pelajaran bagi peserta kegiatan.
“Puji Tuhan, hari ini Pace Daniel Tauwai pegang buku. Dia baca hampir selama satu jam. Dia duduk, dia baca,” ujar Mecky dalam rekaman WhatsApp.
Setelah selesai membaca, Daniel juga memberikan tanggapan terhadap buku yang dibacanya.
“Dia bilang, ‘Wah, ini buku-buku bagus. Ini harus baca,’” kata Mecky menirukan ucapan Daniel.
Bagi Mecky, tindakan Daniel memberikan pesan sederhana kepada generasi muda. Ia mempertanyakan kebiasaan anak muda yang memiliki kesempatan untuk belajar, tetapi justru lebih banyak menghabiskan waktu dengan telepon genggam dan media sosial.
“Kenapa kita yang masih sadar, masih bisa berpikir dan bergerak banyak itu malas baca buku? Sedangkan Daniel bisa baca buku,” ungkapnya.
Mecky menilai kebiasaan membaca tidak mengenal usia maupun kondisi seseorang. Menurut dia, siapa pun dapat belajar membaca jika mendapat ruang, kesempatan, dan lingkungan yang mendukung.
Kegiatan MABUK telah berjalan sekitar satu bulan di Rumah Inspirasi Kebadabi. Warga bersama-sama menyepakati kegiatan tersebut berlangsung setiap Senin, Rabu, dan Jumat.
“Kebiasaan ini sudah kita bentuk selama satu bulan. Harinya dalam satu minggu melalui kesepakatan bersama, yaitu Senin, Rabu dan Jumat,” jelas Mecky.
Ia mengatakan kegiatan tetap berjalan meskipun jumlah peserta berubah-ubah.
“Sekalipun ada orang banyak, sedikit, tetap kita jalan,” katanya.
Kegiatan ini melibatkan berbagai kelompok usia, mulai dari anak PAUD, TK, SD, remaja, pemuda hingga orang tua. Mereka memanfaatkan Rumah Inspirasi Kebadabi sebagai ruang untuk membaca dan belajar bersama.
Mecky mengatakan gerakan MABUK juga menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan positif di lingkungan Jalan Baru Mapiduba. Melalui literasi, ia ingin mengajak anak-anak dan pemuda mengurangi aktivitas yang tidak produktif dan mulai memperluas wawasan melalui buku.
Ia berharap generasi muda Nabire tidak hanya menghabiskan waktu di media sosial.
“Semoga kita tidak lagi menjadi generasi yang cuma pesimis akan masa depan, generasi yang cuma tahu scroll TikTok, Facebook dan sebagainya, tetapi juga tunduk pada buku dan belajar,” ujarnya.
Menurut Mecky, membaca dapat membuka wawasan, membentuk pola pikir, dan membantu anak-anak serta pemuda melihat masa depan dengan lebih optimistis.
Kehadiran Daniel dalam kegiatan MABUK akhirnya menjadi contoh nyata. Dari ruang sederhana di Kompleks Mapiduba, kebiasaan membaca terus dibangun. Hampir satu jam yang Daniel habiskan bersama sebuah buku pun menjadi pelajaran berharga bagi peserta dan masyarakat yang menyaksikannya.
