Nabire, 5 Januari 2026, Faktanabire.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) Distrik Makimi bersama para kepala kampung, guru-guru, tenaga kesehatan Puskesmas, aparat kampung, Polsek Makimi, dan Koramil 1705-02/Napan mengikuti apel gabungan yang digelar di halaman Kantor Distrik Makimi, Senin (5/1).
Kepala Distrik Makimi, Wendelinus Bere, S.IP, yang memimpin apel tersebut dan menegaskan pentingnya memulai tahun 2026 dengan semangat baru, disiplin, serta meninggalkan sikap negatif dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Tahun ini kita hilangkan semua hal-hal yang negatif, yang benci-benci orang, yang malas-malas, yang masih ada musuhan. Kita tinggalkan itu semua dan bawa semangat baru, tahun baru, rezeki baru,” tegas Wendelinus dalam amanatnya.
Ia menekankan bahwa seluruh unsur pemerintahan, mulai dari ASN, kepala kampung, hingga pimpinan sekolah dan Puskesmas, harus menunjukkan sikap kepemimpinan yang konsisten di semua situasi.
“Pemimpin harus baik di depan, baik di belakang, baik di semua tempat. Di semua sisi,” ujarnya.
Wendelinus juga menyoroti masih adanya kepala kampung yang tidak disiplin dan enggan hadir dalam kegiatan resmi seperti apel gabungan. Menurutnya, ketidakhadiran tersebut mencerminkan sikap yang tidak patut ditiru.
“Orang-orang yang tidak hadir ini tidak baik, karena dia merasa dirinya tidak perlu. Padahal saya ini pimpinan dan punya tugas membina,” katanya dengan tegas.
Ia mengingatkan bahwa kehadiran dalam apel dan kegiatan umum merupakan bagian dari pembelajaran dan pembentukan karakter kepemimpinan.
“Kalau kita tidak pernah hadir di apel-apel dan tempat umum, nanti saat diminta tampil sebagai pembina apel, tidak tahu apa-apa dan bisa ditertawakan orang,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Wendelinus juga menyinggung soal kewenangannya sebagai Kepala Distrik, khususnya terkait administrasi seperti penandatanganan TPP. Ia menegaskan tidak akan melayani atau menandatangani dokumen bagi aparatur yang tidak disiplin.
“Kalau yang malas-malas, bagaimana saya mau tanda tangan? Apalagi sekarang stempel dan tinta Kepala Distrik itu satu dan tidak bisa direkayasa,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba memalsukan tanda tangan atau stempel.
“Mungkin hari ini aman, tapi nanti kalau diperiksa, akan ketahuan. Jadi jangan coba-coba,” ujarnya.
Menutup arahannya, Wendelinus mengajak seluruh ASN dan aparat kampung untuk saling menghargai, membangun kepercayaan, serta menjaga sikap profesional demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Mari kita saling percaya dan saling menghargai. Saya selalu mulai dengan menghormati orang lain terlebih dahulu,” pungkasnya.
Apel gabungan ini menjadi momentum awal tahun bagi Distrik Makimi untuk memperkuat disiplin, etika kepemimpinan, serta sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan pelayanan publik kepada masyarakat.
