36 Calon Frater Asal Regio Papua Terima Jubah di Nabire: Tanda Kesiapan Menjadi Saksi Kristus

Nabire, 08 Juni 2025. Faktanabire.com __ Sebanyak 36 calon frater dari empat keuskupan di Regio Papua secara resmi menerima jubah sebagai tanda diterimanya mereka menjadi calon imam Katolik. Peristiwa penuh haru dan makna spiritual ini berlangsung dalam sebuah upacara sakral yang diselenggarakan di Nabire, Papua Tengah, dan disaksikan oleh umat, keluarga, para imam, serta pimpinan tarekat dan seminari.

Penerimaan jubah ini menandai langkah awal yang besar bagi para calon imam dalam mengikuti jalan panggilan hidup membiara dan pelayanan Gereja. Mereka kini resmi menjadi frater, sebuah tahapan penting sebelum ditahbiskan menjadi imam dalam Gereja Katolik.

Bacaan Lainnya

Asal Keuskupan:

Para calon frater tersebut berasal dari empat keuskupan di Regio Papua, yakni:

1. Keuskupan Jayapura

2. Keuskupan Timika

3. Keuskupan Merauke

4. Keuskupan Manokwari Sorong

Masing-masing membawa latar belakang budaya, bahasa, dan pengalaman yang berbeda, namun bersatu dalam satu semangat: mewartakan Kabar Gembira Kristus bagi seluruh dunia, khususnya di tanah Papua.

Makna Penerimaan Jubah

Dalam tradisi Gereja Katolik, penerimaan jubah bukan sekadar simbol penampilan rohani, tetapi juga tanda kesiapan untuk hidup dalam semangat Kristus. Jubah menunjukkan kesediaan untuk meninggalkan dunia demi melayani Allah dan umat-Nya.

Salah satu imam pembimbing dalam homilinya menyampaikan:

Dengan menerima jubah, kalian telah memilih untuk menjadi tanda kasih Allah di tengah dunia yang penuh tantangan. Jadilah saksi Kristus yang rendah hati, setia, dan penuh kasih di manapun kalian diutus.

Harapan Bagi Para Frater

Penerimaan jubah ini bukanlah akhir, tetapi awal dari perjalanan panjang dalam pembinaan dan formasi menjadi imam. Para frater diharapkan akan menjalani masa pendidikan filsafat, teologi, serta pengalaman pastoral di berbagai tempat sebelum akhirnya menerima tahbisan suci.

Salah satu frater, saat diwawancarai seusai upacara, mengungkapkan rasa syukurnya:

Saya bersyukur kepada Tuhan karena telah sampai pada tahap ini. Saya ingin menjadi imam yang rendah hati, setia melayani umat, dan membawa terang Kristus ke mana pun saya pergi, terutama di Papua.

Dukungan dari Umat dan Gereja Lokal

Umat Katolik di Nabire dan sekitarnya turut bersukacita atas penerimaan jubah para frater ini. Banyak yang hadir memberikan dukungan moril dan spiritual kepada mereka, sambil mendoakan agar para frater tetap teguh dalam panggilan.

Pimpinan gereja lokal mengajak umat untuk terus mendoakan para frater dan juga mendorong generasi muda Papua untuk membuka hati terhadap panggilan hidup membiara dan imamat.

Semoga ke-36 frater ini menjadi garam dan terang dunia, mewartakan Injil Kristus dengan semangat kasih, pengorbanan, dan kerendahan hati, serta menjadi duta perdamaian dan harapan bagi Gereja universal, khususnya di tanah Papua.

Pos terkait