Nabire, 22 Juli 2026, Faktanabire.com – Polres Nabire menggelar apel kesiapan pengamanan untuk mengantisipasi pelaksanaan aksi penyampaian aspirasi yang akan dilakukan gabungan mahasiswa asal Kabupaten Intan Jaya pada Kamis (23/7).
Aksi tersebut direncanakan berlangsung mulai pukul 08.00 WIT dengan tujuan utama menyampaikan aspirasi di Kantor DPRP Papua Tengah.
Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, memimpin langsung apel kesiapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima surat pemberitahuan aksi sejak Selasa (21/7), namun hingga kini komunikasi lanjutan dengan koordinator lapangan masih belum terjalin.
“Kami sudah menerima surat penyampaian aspirasi dari gabungan mahasiswa Intan Jaya. Sampai saat ini komunikasi lanjutan dengan rekan-rekan koordinator lapangan masih kami bangun. Kami berharap besok komunikasi dapat berjalan dengan baik sehingga pelayanan pengamanan terhadap penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara aman dan tertib,” ujar AKBP Samuel D. Tatiratu.
Kapolres menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan aksi kemanusiaan yang dijamin oleh undang-undang. Karena itu, Polres Nabire tidak melarang pelaksanaannya, tetapi mengatur mekanisme agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.
“Kami tidak melarang penyampaian aspirasi. Penyampaian pendapat di muka umum dijamin oleh undang-undang. Yang kami atur adalah pelaksanaannya agar tidak menimbulkan kemacetan maupun gangguan keamanan,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Polres Nabire menyiapkan 10 unit truk berwarna kuning yang akan ditempatkan di lima titik keberangkatan. Masing-masing titik mendapat dua unit kendaraan guna mengangkut massa menuju Kantor DPRP Papua Tengah sehingga peserta tidak perlu melakukan long march dari lokasi yang jauh.
Kapolres menyebut titik-titik tersebut antara lain SP 1 Nabar, Hotel Adaman atau Jepara II, kawasan Rumah Sakit, dan Universitas Satya Wiyata Mandala (Uswim). Menurutnya, long march dari titik-titik tersebut tidak diizinkan karena berpotensi menyebabkan kemacetan pada hari kerja.
“Kami menyiapkan kendaraan agar adik-adik mahasiswa dapat lebih cepat tiba di Kantor DPRP. Karena itu, kami tidak mengizinkan long march dari titik-titik yang jauh demi menghindari kemacetan dan menjaga kelancaran aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Polres Nabire juga telah berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan Suku Mee dan Moni. Mereka akan ditempatkan di sejumlah titik untuk membantu memberikan imbauan dan edukasi kepada massa agar aksi berlangsung damai.
Kapolres menjelaskan bahwa pengamanan juga mempertimbangkan adanya agenda penyampaian aspirasi lain dari pengusaha Orang Asli Papua (OAP) di Kantor PUPR pada hari yang sama. Karena itu, seluruh pihak diminta menjaga komunikasi agar kedua kegiatan tidak saling mengganggu.
“Kami mengajak seluruh koordinator lapangan, simpatisan, dan masyarakat untuk terus membangun komunikasi yang baik agar seluruh penyampaian aspirasi dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan persoalan baru,” katanya.
Dalam pengamanan tersebut, Polres Nabire melibatkan sekitar 650 personel gabungan yang terdiri dari personel Polres Nabire, BKO Polda Papua Tengah, BKO Brimob, BKO TNI, serta Satpol PP. Personel akan disebar di lima titik pengamanan dan sebagian lainnya melaksanakan patroli selama aksi berlangsung.
Kapolres juga mengimbau masyarakat Kabupaten Nabire agar tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak terpancing isu yang dapat menimbulkan kepanikan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Nabire agar tidak takut atau merasa cemas. Silakan beraktivitas seperti biasa karena Polres Nabire bersama seluruh unsur pengamanan telah menyiapkan langkah-langkah untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung,” tutup AKBP Samuel D. Tatiratu.
