Nabire, 11 September 2025, Faktanabire.com – Aksi mimbar bebas yang digelar Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah berlangsung aman di depan Pasar Karang, Nabire, Kamis (11/09).
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan aspirasi mereka melalui 16 pernyataan sikap yang menyoroti isu lingkungan, kemanusiaan, hingga politik di Tanah Papua.
Dalam orasinya koordinator aksi Amsal You menyatakan bahwa perjuangan ini dilakukan demi masa depan rakyat Papua Tengah yang lebih adil, aman, dan sejahtera.
“Kami menolak segala bentuk perampasan ruang hidup rakyat, kriminalisasi aktivis, dan kekerasan di Tanah Papua,” tegasnya.
Adapun 16 pernyataan sikap dibacakan dalam aksi tersebut yang ditanda tangani oleh Koordinator Lapangan AMSAL YOUW dan Wakil Koordinator Lapangan ARNOLD PIGAI, serta diketahui oleh TIPEX dan SPWP adalah sebagai berikut:
1. Hentikan investasi illegal maupun legal yang beroperasi di Papua Tengah dan segera cabut 53 izin usaha pertambangan di provinsi Papua Tengah, seperti di Kabupaten Nabire (14 izin tambang: 1 nikel dan 13 emas), Kabupaten Dogiyai (3 izin: 2 emas dan 1 batu bara), Kabupaten Deiyai (1 izin batu bara), Kabupaten Paniai (7 izin emas), Kabupaten Mimika (13 izin: 7 batu bara, 1 tembaga, 5 emas), Kabupaten Intan Jaya (6 izin: 2 batu bara dan 4 emas), Kabupaten Puncak (4 izin emas), dan Kabupaten Puncak Jaya (5 izin: 4 emas dan 1 batu bara).
2. Hentikan rencana pembangunan pelabuhan dan PLTA di Kapiraya, Kabupaten Deiyai.
3. Menuntut pembebasan tanpa syarat terhadap 4 tahanan politik NFRPB di Sorong, karena mereka adalah pejuang politik, bukan kriminal.
4. Mendesak agar 4 tahanan politik Papua dikembalikan dari Makassar ke Sorong.
5. Segera hentikan transmigrasi di Papua Tengah.
6. TNI/Polri stop menjadikan sekolah, gereja, puskesmas, atau ranah sipil sebagai barak militer seperti di Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya, serta segera tarik militer organik maupun non-organik dari seluruh wilayah Papua.
7. Pemerintah Provinsi Papua Tengah segera memfasilitasi para pengungsi untuk kembali ke tempat tinggal mereka.
8. Pemerintah daerah segera menuntaskan persoalan pengungsi di daerah asal masing-masing yang masih mengungsi.
9. Hentikan rencana pemekaran desa, distrik, dan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.
10. Kapolres Nabire hentikan kriminalisasi aktivis, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat biasa di Papua Tengah serta segera buka ruang demokrasi.
11. Pemerintah segera membangun pasar yang layak untuk mama-mama asli Papua.
12. Hentikan kriminalisasi jurnalis di seluruh Papua.
13. Kementerian HAM, khususnya di bawah Natalis Pigai, segera menyelesaikan persoalan HAM di Tanah Papua.
14. Hentikan kapitalisasi alat-alat kesehatan di Papua Tengah.
15. Mendesak pemerintah Indonesia dan pihak keamanan untuk segera menghentikan penangkapan, penculikan, intimidasi, dan kekerasan terhadap rakyat Papua. Polisi diminta mencari tahu dan mengumpulkan data terkait siapa dalang di balik semua ini.
16. Berikan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua sebagai solusi demokratis.
Aksi ini berjalan lancar dan aman. setelah membacakan pernyataan sikap masa aksi Solidaritas Pelajar Mahasiswa Papua Tengah membubarkan diri secara tertib.
