Wujudkan Birokrasi Bersih, Pemprov Papua Tengah Perkuat Pembangunan Zona Integritas

Kegiatan Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas di Aula Inspektorat, Jalan Ahmad Yani, Nabire, Rabu (21/10/2026).

NABIRE, FaktaNabire.com – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pentingnya komitmen dan keteladanan aparatur pemerintah dalam membangun Zona Integritas untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan melalui sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Tengah, Victor Fun, pada kegiatan Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas di Aula Inspektorat, Jalan Ahmad Yani, Nabire, Rabu (21/10/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Gubernur mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut dan menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak sekadar memenuhi persyaratan administrasi atau mengejar predikat tertentu, tetapi harus diwujudkan melalui perubahan nyata dalam budaya kerja dan kualitas pelayanan publik.

“Pembangunan Zona Integritas merupakan komitmen nyata untuk membangun budaya kerja yang berintegritas, memperkuat pencegahan korupsi, meningkatkan akuntabilitas kinerja, serta menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan dapat dipercaya oleh masyarakat,” demikian sambutan Gubernur yang dibacakan Victor Fun.

Gubernur menjelaskan, pembangunan Zona Integritas menjadi bagian penting dari reformasi birokrasi untuk mendorong unit kerja meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Untuk mencapai tujuan tersebut, ia menekankan lima langkah utama, yakni memperkuat komitmen pimpinan dan aparatur, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pengawasan dan pencegahan korupsi, membangun budaya kerja profesional, serta melaksanakan pembangunan Zona Integritas secara konsisten dan berkelanjutan.

Ia juga meminta setiap perangkat daerah memperkuat pengendalian internal, menindaklanjuti hasil pengawasan, memastikan penggunaan anggaran secara transparan, serta menghindari pelayanan berbelit-belit dan penyalahgunaan kewenangan.

Menurut Gubernur, keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak hanya diukur dari kelengkapan dokumen dan hasil penilaian, tetapi juga dari perubahan nyata dalam kinerja birokrasi, peningkatan kepuasan masyarakat, dan tumbuhnya kepercayaan publik.

Karena itu, ia mendorong seluruh perangkat daerah menyusun rencana aksi, menetapkan target terukur, melaksanakan program perbaikan, serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala.

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan tanggung jawab seluruh unsur pemerintahan, sehingga membutuhkan sinergi antara pimpinan, aparatur pelayanan, pengelola administrasi, dan aparat pengawasan.

Menutup sambutannya, ia menekankan tiga kunci utama keberhasilan pembangunan Zona Integritas, yaitu komitmen yang kuat, pelaksanaan yang konsisten, dan keteladanan dalam tindakan.

Ia berharap upaya tersebut mampu memperkuat kepercayaan masyarakat serta mendorong terwujudnya birokrasi Papua Tengah yang profesional, berintegritas, dan benar-benar hadir melayani masyarakat tanpa terkecuali.

Pos terkait