NABIRE, Faktanabire.com — Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendorong lulusan Sekolah Tinggi Teologi (STT) Injili Arastamar Nabire untuk menjadi generasi yang beriman, berkarakter, berintegritas, dan memiliki hati untuk melayani masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Tengah, Victor Fun, saat menghadiri Wisuda Strata Satu (S1) ke-XIV sekaligus Dies Natalis ke-21 STT Injili Arastamar Nabire di Aula RRI Nabire, Selasa (25/8/2026).
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan atas nama pribadi, saya menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang pada hari ini telah berhasil menyelesaikan proses pendidikan,” kata Meki Nawipa dalam sambutannya yang dibacakan Victor Fun.
Menurut Meki, wisuda menjadi momentum istimewa bukan hanya bagi para lulusan, tetapi juga bagi orang tua, keluarga, dosen, serta seluruh civitas akademika yang telah mendampingi proses pendidikan.
Ia juga menyampaikan selamat kepada keluarga besar STT Injili Arastamar Nabire yang memperingati Dies Natalis ke-21. Menurutnya, perjalanan selama 21 tahun menunjukkan kerja keras, pengorbanan, pelayanan, dan komitmen lembaga tersebut dalam menghadirkan pendidikan teologi dan pendidikan Kristen di Tanah Papua, khususnya Papua Tengah.
“Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar. Justru mulai hari ini, ilmu yang saudara peroleh akan diuji dalam kehidupan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Meki mengingatkan para lulusan bahwa masyarakat tidak hanya menilai gelar akademik, tetapi juga karakter, integritas, cara melayani, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, ia meminta para lulusan menjadi terang di mana pun Tuhan menempatkan mereka.
“Jika menjadi pendeta, layanilah jemaat dengan hati. Jika menjadi guru, didiklah anak-anak dengan kasih dan keteladanan. Jika bekerja di tengah masyarakat atau pemerintahan, bekerjalah dengan jujur dan bertanggung jawab. Dan jika dipercayakan menjadi pemimpin, jadilah pemimpin yang hadir untuk melayani,” katanya.
Ia kemudian mengutip Matius 5:16 sebagai landasan bagi para lulusan dalam menjalankan pengabdian.
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga,” tuturnya.
Meki menegaskan bahwa Papua Tengah membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga iman, karakter, integritas, serta kepedulian terhadap sesama.
Ia mengatakan pembangunan tidak sebatas membangun jalan, gedung, dan infrastruktur. Pemerintah juga harus membangun manusia melalui penguatan karakter, moral, pengetahuan, dan kepedulian sosial.
“Di sinilah gereja dan lembaga pendidikan seperti STT Injili Arastamar memiliki peran yang sangat penting,” katanya.
Kepada para wisudawan dan wisudawati, Meki berpesan agar mereka terus belajar, tidak mudah menyerah, dan tetap menjaga integritas dalam meraih keberhasilan.
“Jangan lupakan orang tua, jangan lupakan almamater, dan terutama jangan pernah melupakan Tuhan yang telah menyertai perjalanan saudara,” ujarnya.
Meki juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, keluarga, dosen, dan tenaga kependidikan yang telah memberikan doa, pengorbanan, serta kerja keras hingga para mahasiswa berhasil menyelesaikan pendidikan.
Di akhir sambutannya, Gubernur Papua Tengah kembali menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati serta keluarga besar STT Injili Arastamar Nabire.
“Selamat Dies Natalis ke-21 STT Injili Arastamar Nabire. Kiranya STT Injili Arastamar Nabire semakin maju dan terus melahirkan generasi yang takut akan Tuhan, berilmu, berkarakter, dan siap menjadi berkat bagi gereja, masyarakat, serta Tanah Papua yang kita cintai,” pungkasnya.








