JAKARTA, Faktanabire.com — Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley meminta pemerintah pusat mempercepat penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta penerbitan rekomendasi pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Papua Tengah.
Deinas menyampaikan permintaan tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPR RI yang dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Menteri ATR/Wakil Menteri Pertanahan, serta sejumlah gubernur dan bupati dari berbagai daerah, Selasa (15/9/2026).
Deinas mengatakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah mengajukan dokumen RTRW kepada pemerintah pusat. Namun, hingga kini, proses persetujuan yang dibutuhkan daerah tersebut belum selesai.
“Kami sudah ajukan pertama, ajukan kedua, kami sudah dorong, tetapi sampai saat ini belum,” kata Deinas dalam keterangannya seusai mengikuti pertemuan.
Selain RTRW, Deinas meminta Menteri Dalam Negeri segera menerbitkan rekomendasi pembentukan BUMD Papua Tengah. Menurut dia, BUMD akan memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk memiliki badan usaha sendiri yang dapat menjadi mitra investor sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
“BUMD Papua Tengah sudah kami proses dan sudah ada di Menteri Dalam Negeri. Kami menunggu rekomendasi sampai hari ini belum turun. Kami mohon supaya Pak Menteri Dalam Negeri segera keluarkan rekomendasi, supaya BUMD kami bisa berdiri sendiri di Provinsi Papua Tengah,” ujarnya.
Deinas juga menegaskan posisi Papua Tengah sebagai salah satu daerah penghasil yang memberikan kontribusi besar kepada negara. Ia menyebut sektor pertambangan di wilayah tersebut memberikan kontribusi sekitar Rp35 triliun.
“Oleh sebab itu, kami mohon dengan hormat kepada Komisi II, Menteri Dalam Negeri, dan kementerian terkait agar dua persoalan besar ini bisa diproses dalam bulan ini,” katanya.
Menanggapi permintaan tersebut, Menteri Dalam Negeri menyatakan siap membantu dan memproses usulan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Deinas berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat penyelesaian RTRW dan pembentukan BUMD. Menurutnya, kedua hal tersebut penting untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus membuka peluang investasi di Papua Tengah.
