Nabire, 31 Oktober 2025, Faktanabire.com — Telkom Group bersama PT. Palapa Timur Telematika (PTT) menggelar forum silaturahmi dan dialog dengan sejumlah pemangku kepentingan di Kabupaten Nabire, di L’Price Resto, Kamis (30/10)
Pertemuan ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Nabire, Nancy Worabay, perwakilan Polda Papua Tengah Bahar Yusuf, seta sejumlah media lokal Nabire.
Agenda pertemuan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan resmi terkait gangguan jaringan internet yang belakangan sering terjadi di wilayah Nabire dan sekitarnya.
Selain itu, forum ini juga menjadi wadah komunikasi antara pihak penyelenggara layanan telekomunikasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan, agar upaya penanganan gangguan jaringan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
Dalam pemaparan yang disampaikan oleh perwakilan Telkom Group, dijelaskan bahwa layanan internet di Kabupaten Nabire saat ini sepenuhnya bergantung pada infrastruktur jaringan milik Bakti Kominfo yang dioperasikan oleh PT. Palapa Timur Telematika (PTT).
Terdapat tiga jalur utama fiber optic yang melayani wilayah Nabire, yaitu:
Jalur laut Serui–Nabire,
Jalur laut Manokwari–Nabire, dan
Jalur darat Timika–Nabire.
Namun sejak September 2025, kedua jalur laut tersebut mengalami gangguan serius akibat longsor bawah laut, gempa bumi, dan faktor non-teknis lainnya, sehingga putus sambungan. Kondisi ini menyebabkan Nabire hanya mengandalkan satu jalur darat dari Timika yang berfungsi sebagai penopang utama.
Dengan hanya satu jalur aktif, kondisi jaringan menjadi sangat kritis, tanpa cadangan (backup) yang memadai. Akibatnya, setiap kali terjadi gangguan di jalur darat, seperti longsor, aktivitas proyek pihak ketiga, atau tindakan vandalisme, layanan internet seluler dan wifi di wilayah Nabire ikut terganggu.
Pihak PTT dan Telkom Group menegaskan bahwa setiap kali terjadi gangguan, tim teknis langsung bergerak cepat ke lokasi dengan dukungan dari aparat TNI dan Polri.
Meski demikian, proses perbaikan di lapangan sering kali terkendala oleh akses jalan sulit, kondisi geografis ekstrem, serta faktor keamanan, sehingga waktu pemulihan jaringan menjadi lebih lama dari perkiraan.
Sebagai langkah antisipasi, Telkom Group juga menyediakan koneksi cadangan melalui satelit dan radio, agar komunikasi masyarakat tetap dapat berlangsung, meskipun dengan kapasitas terbatas dan stabilitas rendah.
Menurut proyeksi dari PT. Palapa Timur Telematika (PTT), proses perbaikan dua jalur kabel laut yang rusak ditargetkan selesai dalam waktu dekat, yakni:
Jalur Serui–Nabire pada 2 November 2025, dan
Jalur Manokwari–Nabire pada 11 November 2025.
Setelah kedua jalur ini kembali aktif, kondisi jaringan di Nabire dan sekitarnya diperkirakan akan stabil kembali, karena sistem sudah memiliki tiga jalur utama yang saling backup.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, disepakati untuk membentuk forum kolaborasi lanjutan yang melibatkan Telkom Group, PTT, DPRD, Dinas Pekerjaan Umum, TNI-Polri, serta media lokal.
Forum ini bertujuan memperkuat koordinasi dan mempercepat upaya pemulihan jaringan apabila terjadi insiden putusnya kabel fiber optic di masa mendatang, serta memastikan informasi yang akurat dan transparan tersampaikan kepada masyarakat.







