
Faktanbire.com – Mahasiswa asal Kabupaten Puncak dari berbagai daerah yang tergabung dalam Mahasiswa Puncak se – Indonesia bersama Lembaga Bantuan Hukum Tanah Kita Papua (LBH-TKP), kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRP Papua Tengah, Kamis 10/04/2025.
Aksi berawal dari asrama Mahasiswa dan Pelajar Kabupaten Puncak yang terletak di Jln. Jakarta, Karang Mulia, Nabire, sebagai titik kumpul dan melakukan long march menuju Kantor DPRP Papua Tengah.
Untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa, masa yang melakukan long march menuju Kantor DPRP Papua Tengah mendapat pengawalan dari aparat kepolisian dari Polres Nabire yang langsung di pimpin oleh Kapolres Nabire.

Di depan Kantor DPRP Papua Tengah, masa aksi mendesak DPRP Papua Tengah segera membentuk Pansus untuk mengusut tuntas pelanggaran HAM pembunuhan terhadap Ibu Tarina Murib dan penarikan militer dari kabupaten Puncak seperti yang sudah dijanjikan pada aksi seblumnya.
Mahasiswa juga membawa serta Spanduk yang berisi tuntutan yakni ,
- Panglima TNI segera tarik Pendropan Militer dari Distrik Sinak Barat, Beoga, Pogoma, Agandugume dan seluruh Kabupaten Puncak.
- DPRP PT segera bentuk Pansus untuk usut pelaku HAM Ibu Tarina Murib dan penarikan pendropan Militer sesuai janji.
Masa aksi unjuk rasa Mahasiswa Puncak se – Indonesia bersama Lembaga bantuan Hukum Tanah Kita Papua ( LBH-TKP) diterima oleh Pimpinan DPRP Papua Tengah bersama Anggota di halaman Kantor DPRP.







