Sidang Kelima Kasus Pembunuhan CKC Berjalan Tertib, Kapolres Nabire Harap Dipertahankan Hingga Sidang Putusan

Kapolres Nabire AKBP Samuel D Tatiratu, memberikan keterangan usai pengamanan sidang, Senin (31/8/2026).

NABIRE, Faktanabire com — Sidang kelima kasus pembunuhan remaja CKC (14) di Waroki, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, berjalan aman dan tertib hingga berakhir.

Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu mengatakan, jalannya persidangan serta penyampaian orasi dari massa aksi berlangsung cukup tertib. Polisi juga terus mengantisipasi dinamika yang mungkin terjadi hingga agenda sidang putusan.

Bacaan Lainnya

“Semua berjalan dengan tertib. Orasi yang disampaikan sekitar pukul 13.00 WIT juga dapat berjalan dengan cukup tertib,” kata Samuel usai pengamanan sidang, Senin (31/8/2026).

Ia berharap kondisi keamanan tersebut dapat dipertahankan hingga sidang putusan. Samuel juga meminta pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKT) menyampaikan pemberitahuan resmi apabila kembali menggelar aksi saat sidang putusan.

“Kita harapkan situasi yang ada ini dapat kita pastikan berjalan bersama, tetap dengan situasi seperti ini sampai di sidang putusan. Kalau nanti di sidang putusan ada penyampaian orasi lagi sambil menunggu sidang berjalan, kami harapkan pengurus IKT dapat memberikan atau membuat surat kepada kami terkait pemberitahuan aksi,” ujarnya.

Menurut Samuel, pihaknya akan kembali melakukan rapat koordinasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Polisi tidak hanya menyiapkan personel, tetapi juga mengantisipasi kemungkinan adanya pihak tertentu yang memanfaatkan aksi untuk membuat kericuhan.

“Kita perlu rapatkan kembali terkait pengantisipasian. Kami melakukan pelayanan dan pengamanan di lapangan, namun harus diantisipasi juga jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang menginginkan chaos,” katanya.

Samuel menyebut pengamanan sidang kali ini juga mengacu pada hasil koordinasi bersama yang berlangsung sebelumnya. Dalam pertemuan tersebut, pihak kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Nabire, pengurus IKT, perwakilan DPRK, serta sejumlah pihak terkait menyepakati penggunaan security barrier untuk membatasi pergerakan massa dan mencegah pertemuan langsung antara demonstran dan aparat.

“Jangan sampai yang kita saksikan hari ini, jumlah massanya banyak, ternyata ada penyusup ataupun ada yang ingin berbuat chaos seperti kemarin. Karena itu, gerakannya dapat dibatasi dengan menghadirkan security barrier. Ini kesepakatan bersama,” jelas Samuel.

Ia mengingatkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah terulangnya insiden pada sidang sebelumnya. Saat itu, terjadi aksi pelemparan dan benturan antara sebagian massa dengan aparat keamanan.

“Sidang pertama memang berjalan cukup tertib, cuma karena ada insiden, mungkin tadi ada pelemparan dan sedikit bentrok dengan aparat. Sehingga kami mengantisipasi perjumpaan langsung, pertemuan langsung anggota dengan masyarakat pendemo,” ungkapnya.

Selain pengamanan massa, polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar kantor Pengadilan Negeri Nabire. Pada sidang kali ini, petugas menerapkan penggunaan satu jalur di sisi kiri depan kantor pengadilan.

Samuel mengatakan, pihaknya akan menyesuaikan pola pengamanan dan arus lalu lintas berdasarkan jumlah massa pada agenda sidang berikutnya.

“Apabila massa lebih banyak daripada hari ini, mungkin kami akan merekayasa arus lalu lintas. Khususnya di depan kantor pengadilan, mungkin akan kami tutup sementara sampai jadwal sidang selesai, kemudian dilanjutkan dengan buka-tutup arus,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas tersebut merupakan langkah normal untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan.

“Ini sebenarnya hal yang wajar untuk mengantisipasi dinamika situasi di lapangan,” tambahnya.

Terkait jumlah personel, Samuel mengatakan kepolisian akan menyesuaikan kekuatan pengamanan dengan jumlah massa yang diperkirakan hadir. Jika dalam pemberitahuan aksi tercantum sekitar 3.000 orang, polisi akan menyiapkan kekuatan tambahan untuk mengimbangi situasi di lapangan.

“Kalau massanya disampaikan dalam surat sekitar 3.000, otomatis kami juga akan memberikan imbangan dengan bantuan tenaga yang ada. Paling tidak kami bisa mengimbangi jumlah massa dengan arahan, imbauan, maupun sarana dan prasarana yang tergelar,” katanya.

Polisi, lanjut Samuel, masih menunggu surat pemberitahuan dari pengurus IKT serta laporan intelijen mengenai perkembangan situasi menjelang agenda sidang berikutnya.

“Kita lihat nanti pada saat surat yang dimasukkan pengurus IKT ke Polres. Kemudian kita lihat dari laporan informasi intelijen bagaimana perkembangan dinamika ke depan. Jadi semua itu kami perhatikan,” ujarnya.

Samuel menegaskan, seluruh persiapan pengamanan bertujuan memastikan proses persidangan berjalan lancar tanpa gangguan.

“Pada intinya kami siapkan anggota untuk mengamankan perjalanan sidang. Kalau kekuatan kita tidak seimbang dengan massa yang besar dan kemudian terjadi chaos, tentunya akan terjadi gangguan dalam proses persidangan. Ini sangat merugikan mereka yang betul-betul menginginkan hasil yang baik dan adil,” pungkasnya.

Pos terkait