DOGIYAI, Faktanabire.com — Setelah melalui perjuangan panjang selama satu dekade, SD Negeri Waneuwo di Kampung Waneuwo, Desa Diyeugi, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, akhirnya diresmikan, Jumat (9/10/2026).
Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, meresmikan sekolah tersebut dengan ditandai pengguntingan pita yang disaksikan kepala sekolah, para guru, siswa, dan ratusan masyarakat dari wilayah Mapia.
Peresmian ini menandai pencapaian penting bagi masyarakat Kampung Waneuwo yang selama bertahun-tahun memperjuangkan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah pedalaman Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Yudas Tebai mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas sekolah agar anak-anak setempat dapat memanfaatkannya untuk memperoleh pendidikan yang layak.
“Silakan gunakan sekolah ini demi perkembangan sumber daya manusia dan untuk meneruskan tongkat estafet,” kata Yudas Tebai.
Ia menegaskan bahwa keberadaan sekolah di kampung memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, ia meminta masyarakat turut mendukung kegiatan pendidikan dan menjaga fasilitas yang telah dibangun.
Yudas juga mengingatkan masyarakat agar memelihara gereja dan sekolah sebagai dua institusi penting dalam membangun kehidupan sosial, pendidikan, serta karakter generasi muda.
Kepala SD Negeri Waneuwo, Alexs Pakage, mengatakan bahwa perjuangan menghadirkan sekolah di Kampung Waneuwo telah dimulai sejak 2016. Setelah menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura pada 2015, ia kembali ke kampung halaman dengan membawa cita-cita mendirikan sekolah bagi anak-anak setempat.
Pakage bersama masyarakat kemudian memulai kegiatan belajar mengajar di sebuah bangunan sederhana beratapkan daun pandan. Mereka memanfaatkan fasilitas seadanya agar anak-anak di kampung tersebut tetap dapat belajar meskipun belum memiliki sarana pendidikan yang memadai.
Di tengah keterbatasan itu, Pakage terus memperjuangkan pengakuan dan dukungan pemerintah terhadap sekolah yang mereka rintis.
“Saya kembali ke kampung dengan cita-cita menghadirkan sekolah bagi anak-anak di Kampung Waneuwo,” ujar Pakage saat menjelaskan awal perjuangannya.
Ia mengaku terus mengajukan proposal kepada pemerintah dari tahun ke tahun, termasuk pada masa pemerintahan sejumlah bupati sebelumnya. Upaya tersebut bertujuan memperoleh dukungan pembangunan sekaligus memastikan sekolah memiliki dasar administrasi dan legalitas yang diperlukan.
Menurut Pakage, pada 2018 ia memperoleh dukungan berupa memo untuk mengurus pembangunan dan pendirian sekolah. Proses itu berlanjut hingga sekolah mendapatkan surat keputusan operasional sekitar 2018–2019.
Setelah itu, ia bersama pihak terkait melengkapi berbagai persyaratan administrasi untuk pendirian sekolah baru. Persyaratan tersebut meliputi peta lokasi, dokumen pelepasan tanah, data anak usia sekolah, serta data masyarakat setempat.
Perjuangan tersebut berlanjut pada 2022–2023 ketika SD Negeri Waneuwo memperoleh Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Selanjutnya, pihak sekolah mulai melakukan pendataan melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada 2024.
Pakage menjelaskan bahwa SD Negeri Waneuwo terus menjalankan kegiatan belajar mengajar meskipun menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas. Sekolah itu kini telah melayani peserta didik hingga kelas V.
Dukungan masyarakat dan pemerintah turut mendorong perkembangan sekolah tersebut. Pada tahap awal, kepala desa bersama masyarakat membangun dua ruang kelas melalui swadaya.
Seiring waktu, sekolah memperoleh tambahan dua ruang kelas dan satu rumah guru. Pihak terkait juga membangun atau merehabilitasi sejumlah fasilitas pendukung, termasuk ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), perpustakaan, dan toilet.
Meski mengalami perkembangan, Pakage menilai sekolah masih membutuhkan pembangunan lanjutan agar siswa dapat belajar dalam lingkungan yang lebih nyaman dan memadai.
Ia berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan sekolah, terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah pedalaman.
“Kami punya harapan supaya anak-anak kami tidak ketinggalan. Mereka harus mendapatkan tempat dan fasilitas yang layak untuk memperoleh pendidikan,” tegas Pakage.
Ke depan, pihak sekolah berencana mengembangkan kawasan sekolah dengan membuka lapangan dan menata bangunan agar membentuk pola menyerupai huruf U. Rencana tersebut bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih tertata dan memudahkan akses bagi warga sekolah.
Pakage berharap anak-anak Kampung Waneuwo memperoleh kesempatan pendidikan yang setara dengan anak-anak di perkotaan. Menurutnya, lokasi tempat tinggal tidak boleh menghalangi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
Ia juga menilai pendidikan yang layak menjadi modal utama dalam mempersiapkan generasi muda agar mampu berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Peresmian SD Negeri Waneuwo menjadi bukti perjuangan panjang masyarakat dalam memperjuangkan akses pendidikan sejak 2016. Namun, peresmian tersebut bukanlah akhir dari perjuangan.
Pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan perlu melanjutkan dukungan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik, serta pembangunan fasilitas yang memadai.
