Nabire, 17 November 2025, Faktanabire.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire tengah menyiapkan terobosan besar dalam upaya mewujudkan Nabire Bersih dan Tertata.
Melalui inovasi berbasis teknologi, DLH akan segera meluncurkan aplikasi Nabire Smart Waste, sebuah platform digital yang dirancang untuk mengoptimalkan pengangkutan dan penanganan sampah di seluruh wilayah Nabire.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, ST., MT., mengatakan bahwa aplikasi ini hadir untuk menjawab tantangan klasik di bidang persampahan, terutama terkait pemetaan tugas petugas dan optimalisasi armada.
“Permasalahan utama kami selama bertahun-tahun adalah kesulitan memetakan dan membagi tugas pengangkutan sampah dengan armada yang terbatas. Dengan kondisi itu, saya terdorong untuk melakukan sebuah revolusi digital untuk memecahkan masalah yang ada di dinas lingkungan hidup,” ujar Arfan di ruang kerjanya, Senin (17/11).
Aplikasi Nabire Smart Waste yang saat ini berbasis web, direncanakan akan berkembang menjadi aplikasi mobile yang dapat diunduh melalui Play Store. Aplikasi ini dilengkapi sejumlah fitur penting untuk mendukung kinerja lapangan.
Arfan menjelaskan bahwa aplikasi tersebut memiliki menu absensi bagi petugas.
“Petugas bisa melakukan absen langsung di aplikasi, dan kami bisa memantau aktivitas mereka melalui dashboard di kantor,” terangnya.
Selain itu, setiap kendaraan pengangkut akan dipasangi perangkat GPS. Fitur ini memungkinkan pemantauan pergerakan armada secara real time dalam peta wilayah Kabupaten Nabire.
“Dengan GPS, kami bisa mengontrol area kerja para sopir. Jika misalnya truk 01 bertugas di Jalan Merdeka hingga Resude, semuanya terlihat jelas di mapping kami, termasuk pergerakannya saat bekerja,” jelasnya.
Aplikasi tersebut juga menyediakan menu khusus bagi masyarakat sebagai pelanggan. Warga dapat mengirimkan laporan atau aduan jika terdapat tumpukan sampah yang belum tertangani.
“Masyarakat cukup memfoto lokasi, mengunggahnya, dan titik koordinatnya langsung kami lihat. Dengan begitu, laporan dapat segera kami tindaklanjuti,” kata Arfan.
Selain memudahkan kinerja lapangan, aplikasi ini juga membantu efisiensi anggaran, terutama terkait penggunaan BBM.
“Selama ini BBM sulit kami kontrol. Dengan aplikasi ini, kami bisa menghitung jarak tempuh kendaraan, area operasi, hingga mengetahui jika petugas keluar dari zona kerjanya,” tambahnya.
Bahkan, kecepatan kendaraan pun terpantau secara otomatis. “Kami tidak ingin terjadi kecelakaan akibat ugal-ugalan. Dengan data kecepatan yang terekam setiap detik, kami punya bukti kuat jika terjadi insiden,” ungkapnya.
Ke depan, DLH Nabire juga akan mengintegrasikan pembayaran retribusi persampahan ke dalam aplikasi. Warga dapat membayar langsung ke bank melalui QRIS tanpa harus bersentuhan dengan petugas.
“Ini penting karena retribusi kami tiap tahun naik targetnya. Dengan pembayaran non-tunai, semuanya lebih aman, akuntabel, dan meningkatkan PAD,” jelas Arfan.
Inovasi ini merupakan bagian dari tugas Leadership Training berbasis teknologi yang diikuti Arfan.
“Kami diminta membuat inovasi teknologi. Saya memilih membuat revolusi digital ini agar masalah persampahan di Nabire bisa diselesaikan lebih efektif,” ujarnya.
DLH merencanakan launching resmi Nabire Smart Waste pada tahun depan, yang akan dihadiri media dan disertai demonstrasi langsung di lapangan.
“Tahun depan kami akan launching bersama. Kami undang teman-teman semua untuk melihat langsung bagaimana aplikasi ini bekerja,” tutup Arfan.







