Pemprov Papua Tengah Susun Roadmap PAD, Tekankan Optimalisasi Potensi Daerah

Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, saat membuka lokakarya penyusunan roadmap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berbasis potensi daerah di Nabire, Senin 30/3/2026, (Dok.Humas Pemprov)

Nabire, 30 Maret 2026, Faktanabire.com — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar lokakarya penyusunan roadmap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berbasis potensi daerah di Nabire, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, kawasan Bandara Lama Nabire.

Acara dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, yang hadir mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Silwanus menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong kemandirian fiskal daerah. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran perwakilan pemerintah pusat, yakni Teguh Narutomo dan Lydia Kurniawati Christyana.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, kami menyampaikan penghargaan atas kehadiran para direktur. Ini menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami dalam meningkatkan kapasitas fiskal daerah,” ujar Silwanus.

Ia menekankan bahwa PAD merupakan elemen krusial dalam pembiayaan pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah daerah perlu meninggalkan pendekatan konvensional dan mulai mengembangkan strategi berbasis potensi lokal.

“Kita harus menggali dan mengoptimalkan seluruh sumber daya Papua Tengah secara terukur dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Silwanus mengaitkan penguatan PAD dengan visi pembangunan daerah. Ia menyebut kemandirian fiskal sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Papua Tengah yang adil, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“PAD bukan sekadar angka penerimaan, tetapi instrumen strategis untuk membiayai sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pelayanan publik,” jelasnya.

Dalam lokakarya tersebut, pemerintah provinsi mendorong sejumlah langkah konkret, antara lain pemutakhiran data potensi pajak dan retribusi, digitalisasi sistem pemungutan, peningkatan kapasitas aparatur, serta penguatan kesadaran masyarakat sebagai wajib pajak.

Selain itu, optimalisasi pengelolaan aset daerah dan penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga menjadi fokus pembahasan.

Silwanus berharap kegiatan ini dapat menghasilkan roadmap yang jelas, terukur, dan implementatif guna meningkatkan PAD Papua Tengah ke depan.

“Melalui lokakarya ini, kami berharap lahir peta jalan yang bisa dijalankan secara nyata,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemprov Papua Tengah, perwakilan Program SKALA (Kemitraan Australia–Indonesia), para kepala UPT pendapatan, narasumber, fasilitator, serta peserta lokakarya.

Pos terkait