Nabire, 1 Oktober 2025, Faktanabiremcom – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan September 2025.
Dalam paparan BPS, Kabupaten Nabire mengalami deflasi bulanan sebesar 0,14 persen setelah terjadi penurunan IHK dari 113,10 poin pada Agustus menjadi 112,94 poin pada September 2025.
Pelaksana Harian Kepala BPS Kabupaten Nabire, Willy Andika, dalam Rilis Resmi Statistik mengatakan bahwa sejumlah faktor memengaruhi kondisi harga di Nabire.
“Harga komoditas bawang merah mengalami penurunan seiring dengan penyesuaian harga yang ditetapkan distributor. Pedagang juga memperoleh pasokan bawang merah bersubsidi dari pemerintah daerah,” ujar Willy dalam keterangan pers, Rabu (1/10).
Selain itu, lanjutnya, perbaikan jembatan menuju pasar tradisional berdampak pada berkurangnya jumlah pembeli. Hal ini ikut memicu turunnya harga ikan, meskipun hasil tangkapan nelayan cukup melimpah.
“Kenaikan harga emas di Nabire juga dipengaruhi oleh pergerakan harga global. Para pedagang emas cenderung menahan harga akibat fluktuasi dalam beberapa bulan terakhir,” tambahnya.
Di sisi lain, beberapa komoditas pangan justru mencatat kenaikan harga. Tomat naik karena hasil panen kurang optimal, sementara cabai rawit melonjak akibat stok menipis dan meningkatnya pengiriman ke wilayah pedalaman.
BPS juga mencatat bahwa terputusnya akses jalan ke Kabupaten Dogiyai akibat longsor menyebabkan penurunan permintaan, sehingga harga sayur-sayuran dan ikan segar ikut turun.
Dari sisi komoditas penyumbang deflasi bulanan, lima besar di antaranya adalah:
Cabai rawit (andil deflasi 0,27 persen)
Bawang merah (0,22 persen)
Angkutan udara (0,19 persen)
Tahu mentah (0,02 persen)
Ikan kakap merah (0,02 persen)
Sementara itu, secara tahunan (September 2025 dibandingkan September 2024), Kabupaten Nabire mengalami inflasi sebesar 2,89 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kelompok pengeluaran dengan inflasi tahunan tertinggi adalah makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,8 persen dengan andil 3,04 persen.
Komoditas penyumbang inflasi tahunan terbesar antara lain:
Beras (andil 0,87 persen)
Bawang merah (0,53 persen)
Tomat (0,32 persen)
Kopi bubuk (0,22 persen)
Emas perhiasan (0,18 persen)
“Secara keseluruhan, inflasi tahun kalender di Kabupaten Nabire tercatat sebesar 1,89 persen pada September 2025,” tutup Willy Andika.







