NABIRE, FaktaNabire..com – Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley, menyiapkan sejumlah program strategis untuk meningkatkan kualitas sepak bola di delapan kabupaten.
Program tersebut mencakup peningkatan kualitas pelatih, pembangunan infrastruktur olahraga, penguatan klub lokal, serta persatuan seluruh masyarakat melalui sepak bola.
Deinas memyampaikan itu Usai Konferensi Luar Biasa dan pengukuhan dirinya sebagai Ketua PSSI Papua Tengah pertama, yang di selenggarakan di Aula RRI Nabire, Jumat (6//11/2026).
Ia menjelaskan, keputusannya memimpin PSSI Papua Tengah bukan semata-mata karena pernah menjadi pemain sepak bola, tetapi karena ingin memastikan seluruh klub mendapatkan perhatian yang sama.
“Alasan utama saya memimpin PSSI bukan karena saya mantan pemain bola, melainkan agar saya dapat mengawal, menjaga, dan mendukung seluruh klub sepak bola dari delapan kabupaten,” ujar Deinas.
Ia menegaskan, ketua PSSI harus menjaga netralitas dan mengutamakan kepentingan seluruh klub, bukan kelompok atau tim tertentu.
Deinas juga menyampaikan bahwa proses pemilihan ketua berlangsung secara terbuka dan transparan. Sebanyak delapan orang mendaftarkan diri dalam proses tersebut.
“Panitia bekerja secara terbuka, transparan, serta mengikuti mekanisme dan aturan yang berlaku. Setiap pendaftar memiliki hak yang sama untuk memenuhi persyaratan administrasi dan mendapatkan rekomendasi gubernur,” jelasnya.
Ia mengaku bersyukur karena berhasil melewati seluruh tahapan seleksi sesuai prosedur.
“Puji Tuhan, saya berhasil lolos melalui prosedur yang ketat, tanpa jalur otomatis ataupun intervensi jabatan,” tegasnya.
Deinas menetapkan peningkatan kualitas pelatih sebagai program prioritas PSSI Papua Tengah. Ia berencana mendatangkan pelatih berpengalaman di kompetisi Liga 1 nasional untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kepada pelatih dari delapan kabupaten.
“Saya akan mendatangkan pelatih top berkaliber Liga 1 nasional ke Papua Tengah. Para pelatih dari delapan kabupaten akan kita kumpulkan untuk menerima teori dan pelatihan langsung,” ungkapnya.
Menurutnya, kualitas pelatih sangat menentukan perkembangan pemain dan daya saing klub. Ia menargetkan klub-klub Papua Tengah mampu bersaing secara bertahap di Liga 4, Liga 3, hingga Liga 2 nasional.
Ia juga ingin membangun sistem pembinaan yang mandiri agar sepak bola Papua Tengah tidak terus bergantung pada tenaga pelatih dari luar daerah.
Selain pembinaan sumber daya manusia, Deinas juga mendorong pembangunan infrastruktur sepak bola di seluruh wilayah Papua Tengah.
Ia akan berkoordinasi dengan Gubernur Papua Tengah untuk mengajak delapan bupati mengalokasikan anggaran pembangunan lapangan sepak bola di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.
“Saya akan berkoordinasi dengan Bapak Gubernur agar para bupati menganggarkan pembangunan lapangan sepak bola di setiap kabupaten, kecamatan, hingga desa pada tahun anggaran mendatang,” katanya.
Deinas menilai ketersediaan lapangan sangat penting untuk memperluas kesempatan anak-anak muda mengembangkan bakat sepak bola.
Ia juga mendorong pembangunan stadion provinsi yang representatif sebagai pusat kegiatan dan pengembangan sepak bola Papua Tengah.
“Papua Tengah merupakan daerah yang memiliki kekayaan alam besar. Karena itu, kita juga harus membangun stadion provinsi yang representatif dan megah,” tambahnya.
Deinas mengingatkan seluruh pengurus, klub, pemain, dan pemangku kepentingan agar menjadikan PSSI sebagai wadah pemersatu masyarakat.
Ia meminta semua pihak menghilangkan perbedaan suku dan latar belakang demi membangun sepak bola yang kuat dan solid.
“Dalam memimpin PSSI, kita harus mengedepankan kekompakan dan kebersamaan. Tidak boleh lagi ada sekat antarsuku, baik Mee, Dani, maupun suku pesisir. Kita semua satu, yaitu orang Papua,” tegasnya.
Ia juga menolak penggunaan organisasi PSSI untuk kepentingan kelompok tertentu maupun tindakan yang dapat memecah belah masyarakat.
“Organisasi tidak boleh dimanfaatkan untuk memecah belah berdasarkan suku atau membedakan orang asli Papua dan non-Papua. Kita harus berkolaborasi membangun negeri ini bersama-sama,” ujarnya.
Menurut Deinas, kemajuan Papua Tengah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak semua pihak menjadikan sepak bola sebagai sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan.
Menutup keterangannya, Deinas kembali menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelatih menjadi langkah pertama yang akan segera direalisasikan.
“Fokus pertama adalah mendatangkan pelatih top nasional level Liga 1 dalam waktu dekat untuk mendidik dan melatih talenta-talenta muda di delapan kabupaten,” tutupnya.
Melalui berbagai program tersebut, Deinas berharap Papua Tengah mampu melahirkan pemain berkualitas, memperkuat klub lokal, dan membangun sepak bola daerah yang mandiri serta mampu bersaing di tingkat nasional.








