Anies Labene Salurkan Beasiswa PIP untuk 150 Lebih Siswa SMA di Sinak

Anies Labene, Wakil Ketua Komisi V DPR Provinsi Papua Tengah bersama siswa dan guru saat penyaluran beasiswa PIP di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Selasa, (1/10/2026).

SINAK, FaktaNabire.com — Wakil Ketua Komisi V DPR Provinsi Papua Tengah, Anies Labene, menyalurkan beasiswa PIP kepada lebih dari 150 siswa di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Selasa, 15 Oktober 2026.

Penyaluran bantuan pendidikan itu menyasar siswa SMA Negeri 1 Sinak dan SMA YPPG Sinak di Kampung Ginggam Baru.

Bacaan Lainnya

Anies mengatakan penyaluran beasiswa tersebut merupakan hasil koordinasi antara dirinya bersama sejumlah anggota DPR Provinsi Papua Tengah dan anggota DPD RI, Yorrys Raweyai..

Koordinasi itu membuka jalan bagi siswa di wilayah pegunungan untuk memperoleh bantuan pendidikan yang selama ini lebih banyak menjangkau kawasan perkotaan.

“Kami bersyukur bisa memperjuangkan beasiswa bagi adik-adik kita di Sinak. Ini berkat komunikasi dan koordinasi yang baik dengan DPD RI, dalam hal ini Bapak Yorrys Raweyai” kata Anies.

Ia mengatakan pemerataan akses pendidikan harus menjadi perhatian pemerintah dan para wakil rakyat.

Menurut dia, keterbatasan akses transportasi dan jangkauan wilayah tidak boleh menghalangi siswa di daerah pegunungan untuk memperoleh hak pendidikan yang setara.

Anies menilai penyaluran beasiswa, termasuk melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP), perlu menjangkau siswa di wilayah terpencil secara konsisten.

Selama ini, kata dia, siswa di kota-kota seperti Nabire dan Timika lebih mudah mengakses berbagai program bantuan pendidikan dibandingkan siswa di daerah pegunungan.

“Anak-anak kita di Papua Tengah punya hak yang sama. Baik yang tinggal di kota maupun yang berada di balik gunung, semuanya berhak mendapatkan bantuan pendidikan,” ujarnya.

Sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR Provinsi Papua Tengah yang membidangi sejumlah sektor pelayanan publik, termasuk pendidikan dan kesehatan, Anies mengatakan pemerataan pembangunan menjadi salah satu komitmennya. Ia ingin masyarakat di Kabupaten Puncak dan kabupaten lain di Papua Tengah merasakan manfaat pembangunan tanpa terkecuali.

Menurut Anies, bantuan pendidikan tidak semestinya berhenti di pusat-pusat perkotaan. Pemerintah dan para pemangku kepentingan perlu memastikan siswa di wilayah yang sulit dijangkau juga memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.

“Keterbatasan akses dan kondisi geografis tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan anak-anak kita tertinggal. Kami ingin mereka mendapatkan hak yang sama seperti saudara-saudara mereka di kota,” katanya.

Anies mengatakan penyaluran beasiswa bagi siswa SMA Negeri 1 Ilaga di Kabupaten Puncak juga telah masuk dalam agenda.

Namun, ia menjelaskan penyerahan bantuan untuk sekolah tersebut akan berlangsung pada waktu berbeda karena kunjungan kali ini berfokus pada penyaluran beasiswa di Distrik Sinak.

Ke depan, Anies berkomitmen meningkatkan koordinasi dengan para pemangku kepentingan agar penyaluran bantuan pendidikan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Ia juga mengajak pihak sekolah, guru, siswa, dan mitra terkait untuk bekerja sama memastikan bantuan tersebut memberikan manfaat nyata bagi penerimanya.

“Kami berharap kerja sama antara pemerintah, sekolah, guru, dan para siswa terus berjalan. Dengan kolaborasi yang baik, bantuan ini bisa memberikan dampak positif bagi pendidikan anak-anak di Papua Tengah,” ujarnya.

Penyaluran beasiswa di Sinak menjadi bagian dari upaya memperluas akses bantuan pendidikan bagi siswa di wilayah pegunungan Papua Tengah.

Anies berharap upaya tersebut dapat berlanjut sehingga keterbatasan geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi siswa untuk memperoleh kesempatan pendidikan yang setara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *