NABIRE, Faktanabire.com — Aksi damai yang digelar Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Papua Tengah di Kabupaten Nabire, Sabtu (15/8/2026), berjalan tertib hingga massa membubarkan diri.
Aparat gabungan mengawal jalannya aksi yang membawa sejumlah aspirasi, di antaranya terkait militerisme, new agreement, dan persoalan lainnya.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu mengatakan, massa peserta aksi bergerak dari tiga titik kumpul, yakni Sriwini, Wadio, dan Pasar Karang. Massa kemudian memusatkan kegiatan di Pasar Karang sebelum melanjutkan penyampaian aspirasi ke kantor DPR Papua Tengah.
“Puji Tuhan, Alhamdulillah kita bisa bersama-sama dari tiga titik kumpul mereka. Awalnya dari Sriwini, dari Wadio, dan juga dari Pasar Karang. Semuanya boleh berjalan dengan tertib dan memusatkan satu kegiatan di Pasar Karang,” kata Samuel seusai mengawal aksi.
Samuel menjelaskan, kepolisian bersama TNI dan sejumlah unsur terkait mengamankan seluruh rangkaian kegiatan. Pengamanan melibatkan personel dari Kodim, Korem, Zipur, Lanal Nabire, Polda Papua Tengah, Brimob, Satgas ODC, serta Satpol PP Provinsi Papua Tengah.
Menurutnya, seluruh unsur pengamanan membangun koordinasi dengan para koordinator lapangan (korlap) KNPB untuk menjaga aksi tetap berlangsung aman dan tertib.
“Kita semua, baik dari pihak kepolisian, saya sendiri sebagai Kapolres, kemudian rekan-rekan TNI dari Kodim, Korem, Zipur, Lanal Nabire, Polda Papua Tengah, termasuk Brimob dan Satgas ODC serta Pol PP Provinsi, semuanya bersinergi bersama para korlap dari adik-adik KNPB,” ujarnya.
Samuel mengakui sempat terjadi negosiasi yang cukup panjang antara aparat dan massa. Namun, ia menilai proses tersebut merupakan bagian dari dinamika pengamanan di lapangan dan dapat diselesaikan melalui komunikasi.
“Meskipun tadi ada sedikit negosiasi yang cukup lumayan panjang, tapi itulah dinamika di lapangan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi perwakilan DPR Papua Tengah yang menerima aspirasi massa. Menurut Samuel, penerimaan aspirasi tersebut turut membantu menjaga seluruh rangkaian aksi tetap berjalan kondusif.
“Terima kasih juga untuk Bapak-Bapak perwakilan dari Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah yang boleh menerima aspirasi dari adik-adik kami ini, sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.
Samuel menyebut pengamanan berlangsung dengan mengedepankan pendekatan humanis dan terukur. Ia juga mengapresiasi arahan Kapolda Papua Tengah beserta jajaran pejabat utama yang mendampingi proses pengamanan.
“Bapak Kapolda Papua Tengah dan para PJU senantiasa mendampingi kami, memberikan arahan dan petunjuk, sehingga cara bertindak dengan humanis dan terukur semuanya dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Dalam pengamanan tersebut, aparat gabungan mengerahkan total 790 personel sejak awal hingga akhir kegiatan.
“Pasukan kami bersama rekan-rekan TNI, personel yang turun terlibat seluruhnya 790 personel. Dari awal sampai akhir, seluruhnya harmonis, humanis, dan sangat demokratis,” kata Samuel.
Setelah menyampaikan aspirasi di kantor DPR Papua Tengah, massa kemudian membubarkan diri secara tertib. Samuel berharap koordinasi antara aparat keamanan dan peserta aksi terus terjaga sehingga penyampaian aspirasi di ruang publik dapat berlangsung aman dan kondusif.
