Pemprov Papua Tengah Gelar Konsultasi Publik I Penyusunan RAD TPB/SDGs

Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Tengah, Victor Fun, S.Sos., M.Si., saat Konsultasi Publik I Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) TPB/SDGs di Gust House Nabire, Rabu (26/8/2026).

NABIRE, Faktanabire.com — Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah menggelar Konsultasi Publik I Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs) di Gust House Nabire, Rabu (26/8/2026).

Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Tengah, Victor Fun, S.Sos., M.Si., mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa membuka kegiatan tersebut sekaligus membacakan sambutan gubernur.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Victor mengatakan kehadiran seluruh pemangku kepentingan dalam forum tersebut menunjukkan komitmen bersama pemerintah dan masyarakat untuk menjalankan pembangunan berkelanjutan di Papua Tengah.

“Kehadiran kita di sini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah,” ujar Victor saat membacakan sambutan Gubernur Papua Tengah.

Gubernur Papua Tengah melalui sambutannya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan dan menyelenggarakan konsultasi publik tersebut.

Menurutnya, konsultasi publik menjadi tahapan penting dalam penyusunan RAD TPB/SDGs karena forum tersebut membuka ruang bagi para pemangku kepentingan untuk membangun kesepahaman, menghimpun masukan, dan menyatukan komitmen dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Dokumen yang kita susun harus bersifat konkret, terukur, terintegrasi, partisipatif, dan dapat diimplementasikan. Jangan sampai RAD TPB ini hanya menjadi dokumen administratif belaka, melainkan harus menjadi instrumen utama dalam mengarahkan kebijakan dan program pembangunan daerah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, agenda SDGs memiliki nilai strategis bagi Provinsi Papua Tengah. Pemerintah daerah memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar, namun masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Tantangan tersebut antara lain kesenjangan antarwilayah, keterbatasan akses pelayanan dasar, kualitas pendidikan dan kesehatan, angka kemiskinan, pembangunan infrastruktur dan aksesibilitas, serta pengelolaan lingkungan hidup.

Karena itu, penyusunan RAD TPB/SDGs harus mampu menjawab berbagai persoalan nyata yang masyarakat hadapi di lapangan. Pemerintah perlu menerjemahkan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan dan program yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

Gubernur juga meminta seluruh peserta memanfaatkan Konsultasi Publik I sebagai ruang untuk menyampaikan pandangan, data, informasi, saran, dan rekomendasi secara konstruktif.

“Kita perlu memastikan bahwa setiap target dan indikator yang dituangkan dalam RAD ini benar-benar sesuai dengan kondisi serta kemampuan daerah,” katanya.

Ia menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah Provinsi Papua Tengah perlu membangun sinergi dengan pemerintah kabupaten, DPR, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, LSM, media, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda.

“Mari kita bangun semangat kolaborasi dan gotong royong. Kita satukan data, program, sumber daya, serta kemampuan yang kita miliki demi mencapai target pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua Tengah,” ajaknya.

Selain kolaborasi, pemerintah juga perlu memastikan keterpaduan RAD TPB/SDGs dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah. Keterkaitan tersebut harus terlihat dalam prioritas pembangunan sehingga target SDGs dapat diterjemahkan menjadi program kerja konkret.

Program tersebut, lanjutnya, harus memiliki indikator pencapaian yang terukur, target lokasi yang spesifik, perangkat daerah penanggung jawab yang jelas, serta dukungan pembiayaan yang terarah.

Gubernur turut menyoroti pentingnya penguatan ketersediaan dan kualitas data. Menurutnya, data yang akurat dan terpercaya menjadi fondasi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan, menetapkan target, memantau pelaksanaan, serta mengukur keberhasilan pembangunan secara objektif.

Di akhir sambutannya, Gubernur Papua Tengah mengajak seluruh peserta mengikuti proses penyusunan RAD TPB/SDGs secara aktif dan sungguh-sungguh agar dokumen tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, aktif memberikan kontribusi pemikiran, dan mengawal proses ini hingga memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Provinsi Papua Tengah,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *