NABIRE, Faktanabire.com — Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah menggelar monitoring meja Semester I Tahun Anggaran 2026 bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di LPP RRI Nabire, Kamis (13/8/2026).
Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, S.STP., M.S., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan program dan kegiatan pada masing-masing OPD berjalan sesuai rencana selama enam bulan pertama tahun anggaran.
“Bapperida mempunyai fungsi pengendalian, yaitu mengendalikan pelaksanaan program dan kegiatan serta memungkinkan kita mengambil tindakan korektif sedini mungkin terhadap masalah yang terjadi di lapangan,” ujar Eliezer saat memberikan arahan sebelum kegiatan dimulai.
Menurutnya, monitoring meja menjadi bagian penting dalam memastikan program yang telah disusun bersama dan tercantum dalam APBD maupun DPA masing-masing OPD dapat berjalan dengan baik dan mencapai target yang telah ditetapkan.
“Kami ingin memastikan selama kurang lebih enam bulan ini, apakah pelaksanaan program kegiatan sudah berjalan dengan baik sesuai rencana atau masih terdapat kendala-kendala,” katanya.
Eliezer menjelaskan, Bapperida juga memanfaatkan monitoring tersebut untuk menghimpun informasi langsung dari pimpinan OPD maupun pejabat teknis yang menangani program dan kegiatan.
“Informasi yang kami terima dari pimpinan OPD maupun kabit dan kasubit akan menjadi bahan bagi kami untuk berkoordinasi dengan pimpinan,” jelasnya.
Selain melakukan evaluasi pelaksanaan program, hasil monitoring meja juga akan digunakan sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Perubahan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
Eliezer mengatakan evaluasi kinerja tahun berjalan menjadi salah satu bagian yang akan dimuat dalam dokumen perubahan tersebut.
“Monitoring meja ini merupakan bagian dari persiapan data dan dokumen untuk RKPD Perubahan. Hasil pertemuan ini akan menjadi salah satu bahan yang kami gunakan untuk mendorong APBD Perubahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, monitoring yang dilakukan pada tahap awal bersifat umum dan mencakup kegiatan rutin OPD, urusan pemerintahan, serta program prioritas.
Setelah tahapan tersebut selesai, Bapperida akan melaksanakan monitoring pimpinan yang secara khusus mengevaluasi progres pencapaian program-program prioritas Gubernur Papua Tengah pada masing-masing OPD.
“Setelah 17 Agustus, kami akan melaksanakan monitoring pimpinan. Fokusnya melihat bagaimana progres pencapaian program-program prioritas Gubernur yang ada di masing-masing OPD,” kata Eliezer.
Dalam pelaksanaan monitoring, Bapperida juga memeriksa kesesuaian data yang telah dimasukkan OPD ke dalam sistem dengan kondisi progres pelaksanaan program di lapangan.
Ia meminta seluruh OPD memastikan data dan dokumentasi program tersaji secara lengkap agar dapat dipertanggungjawabkan saat evaluasi di hadapan pimpinan daerah.
“Kami akan melihat apakah data yang sudah diinput dalam sistem sudah sesuai, sudah maksimal, atau masih ada yang bermasalah. Ini yang akan kita diskusikan dalam kegiatan ini,” tuturnya.
Eliezer berharap para perwakilan OPD mengikuti monitoring dengan serius sehingga mampu menyampaikan perkembangan program secara jelas saat evaluasi bersama Gubernur, Wakil Gubernur, maupun Sekretaris Daerah Papua Tengah.
“Kita punya pengalaman ketika melakukan presentasi. Kadang-kadang kita sudah memahami materi, tetapi ketika berhadapan dengan pimpinan dan sistem dibuka, kita bisa gugup. Karena itu, kesempatan ini juga menjadi latihan agar teman-teman lebih siap,” pungkasnya.







