NABIRE, Faktanabire.com – Wakil Ketua IV DPRP Papua Tengah, John Nasion Robby Gobai, mendorong pemerintah pusat segera membuka ruang dialog dan mengevaluasi penempatan pasukan di wilayah konflik di Papua Tengah.
Gobai menyampaikan hal tersebut setelah mengikuti rapat paripurna DPR Papua Tengah di Nabire pada Jumat (17/4/2026), yang membahas laporan hasil pelaksanaan reses I masa persidangan II tahun 2026.
Ia menegaskan bahwa pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Tengah bertujuan mempercepat pembangunan, bukan memperluas operasi militer.
“Pembentukan daerah otonom baru Papua Tengah itu bukan untuk mempercepat operasi militer, tetapi untuk percepatan pembangunan. Karena itu, saya berharap Presiden membuka ruang dialog dan mengevaluasi penempatan pasukan,” kata Gobai.
Gobai menjelaskan bahwa anggota dewan telah menyerap aspirasi masyarakat di sejumlah wilayah seperti Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Nabire, dan Mimika. Menurutnya, masyarakat di daerah tersebut menginginkan situasi yang damai.
“Masyarakat mengharapkan kedamaian, bukan konflik berkepanjangan. Karena itu kami meminta Presiden mengevaluasi penempatan pasukan,” tegasnya.
Selain itu, Gobai juga meminta kelompok bersenjata seperti Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik dengan aparat keamanan.
“Kami juga meminta kepada OPM untuk tidak melakukan tindakan yang memancing aparat. Siklus kekerasan ini tidak akan pernah putus jika terus terjadi aksi saling balas,” ujarnya.
Gobai menyoroti dampak konflik yang lebih banyak dirasakan masyarakat sipil, terutama perempuan dan anak-anak. Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan tersebut.
“Korban justru lebih banyak perempuan dan anak. Padahal negara sudah berkomitmen melindungi mereka. Jika ada pelanggaran, pelaku harus diproses secara hukum,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa berbagai program pemerintah pusat, seperti pembangunan kampung dan penguatan ekonomi masyarakat, dapat terganggu jika situasi keamanan tidak kondusif.
Gobai mengajak semua pihak mendukung kepemimpinan Kapolda Papua Tengah yang baru dengan mengedepankan pendekatan dialogis dalam menjaga keamanan.
“Kita harus dukung pendekatan dialogis agar tercipta komunikasi yang harmonis dan perdamaian, demi percepatan pembangunan di Papua Tengah,” pungkasnya.








